Senin, 20 Januari 2020

Presiden Terpilih dari Pemilu 2019 Akan Hadapi Tantangan Ekonomi yang Berat

- 12 April 2019, 14:39 WIB
DERETAN permukiman penduduk dan gedung bertingkat yang terlihat dari kawasan Tanah Abang, Jakarta, Jumat, 8 Februari 2019 lalu. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,17 persen sepanjang 2018.*/ANTARA

"Tinggal bagaimana cara memberikan subsidi, apakah mensubsidi orang atau barang? Kalau subsidi barang bisa salah sasaran. Contoh, subsidi BBM di pemerintah sebelumnya yang mendapat keuntungan orang kaya. Sekarang, Jokowi subsidi ke orang, sehingga tidak salah sasaran yang digunakan untuk keperluan tertentu. Ini yang kami sebut keadilan ekonomi. Kesenjangan ekonomi turun karena ada program dana desa, ada PKH, BBM satu harga, sehingga meningkatkan daya beli masyarakat," paparnya.

Dikatakannya, reforma agraria juga untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Salah satu sumber ekonomi adalah tanah yang bisa dibuat sawah atau usaha lainnya. Upaya lain untuk kemandirian ekonomi adalah dengan mengambil alih saham Freefort, Blok Mahakam sekarang 100 % milik Pertamina. "Itu indikator kemandirian ekonomi. Yang paling penting stabilitas, kalau pertumbuhan terlalu tinggi, pada satu titik juga akan kepanasan," katanya.***
 

Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X