Keramba Jaring Apung Ditertibkan, Produksi Ikan Bakal Turun

- 4 April 2019, 05:16 WIB
FOTO ilustrasi keberadaan keramba jaring apung di Cirata.*/DOK. PR
FOTO ilustrasi keberadaan keramba jaring apung di Cirata.*/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Keramba Jaring Apung (KJA) di tiga waduk yang ada di Jawa Barat segera ditertibkan, tiga waktu itu yaitu Saguling, Cirata dan Jatiluhur. Program penertiban KJA ini adalah bagian dalam Citarum Harum. 

Namun dalam program yang akan dilakukan oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat itu malah menekan tingkat produksi ikan. Untuk itu, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat sedang gencar mencari solusi agar produksi ikan tidak terganggu. 

"Kan sekarang ada moratorium, jadi dihentikan dulu. Tapi kalau itu memang ditertibkan, produksi ikan pasti akan berkurang," kata Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jabar Dede Suhendar, Rabu 3 April 2019.

Menurut Dede, di satu sisi adanya KJA pada tiga waduk tersebut menguntungkan, lantaran produksi ikan menjadi tinggi. Di sisi lain, berdasarkan hasil kajian kondisi kualitas air di waduk tersebut berpengaruh kepada kualitas ikan.

Dede mencotohkan, dengan ditertibkannya KJA di Waduk Cirata pun menujukan ada penurunan pada kuantitas hasil produksi. "Dan sekarang kita harus mencari solusi mereka itu (petani) harus ada solusi bukan hanya menertibkan saja," katanya kepada wartawan Galamedia, Anthika Asmara.

Dede menambahkan, pihaknya sedang menyusun konsep alih usaha agar para petani KJA di tiga waduk tersebut mampu tetap melakukan budidaya ikan. Dia berharap pilot projek upaya tersebut dapat berlangsung di tahun 2019 ini.

"Mungkin tadinya dari waduk kita alihkan ke darat, budidaya dengan teknologi, seperti budidaya (ikan) lele dengan menggunakan kolam plastik atau biofolk," ujar dia.

Menurut Dede, potensi budidaya ikan di Jawa Barat sangat besar, khususnya  air tawar. Berdasarkan data produksi budidaya pembesaran menurut cabang usah tahun 2017, budidaya ikan di Jabar mencapai sekitar 1.160.747 ton. Itu terbagi dari 121.558 ton jaring apung tawar, 168 ton tancap tawar, 232 ton karamba, 998 ton air deras, 775.251 ton air tenang, 450 ton laut, 34 ton minapadi, 771 ton  intensif, 2.831 ton tambak sederhana dan 258.451 ton semi intensif.

Adapun Tasikmalaya menjadi daerah tertinggi yaitu dengan jumlah 180.295 ton. Diikuti Kabupaten Bogor 142.805 ton  dan Indramayu 114.780 ton. "Potensi kita di budidaya itu besar terutama di budidaya air tawar," tutur Dede.

Halaman:

Editor: anef


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network