3 Perguruan Tinggi Berkolaborasi dengan Uni Eropa Bentuk Konsorsium Ekowisata

- 3 April 2019, 15:45 WIB
OBJEK wisata Curug Malela di Kampung Manglid, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat.*/DOK. PR
OBJEK wisata Curug Malela di Kampung Manglid, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat.*/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Sebanyak tiga perguruan tinggi tanah air bersama beberapa perguruan tinggi Eropa dan organisasi di Indonesia membentuk konsorsium pengembangan ecotourism. Kolaborasi yang merupakan program dari Uni Eropa ini adalah salah satu upaya dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata tanah air yang berkelanjutan.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad Yudi Azis mengatakan kolaborasi ini menunjukkan betapa besarnya perhatian dunia pendidikan terhadap perkembangan sektor pariwisata di tanah air. Apalagi sejak beberapa waktu terakhir pemerintah Indonesia terus menggenjot perkembangan di sektor ini karena diyakini akan menjadi salah satu tulang punggung utama perekonomian Indonesia pada masa yang akan datang.

Namun harus digarisbawahi, pengembangan sektor pariwisata tentunya tidak dapat hanya fokus pada aspek ekonomi dan bisnis semata. Tetapi juga bagaimana sektor tersebut juga memberikan manfaat bagi masyarakat lokal yang menjadi target dari pengembangan di sektor tersebut. Termasuk juga dampaknya terhadap lingkungan.

“Dengan adanya integrasi ini Diharapkan dalam pengembangan pariwisata tidak hanya menitikberatkan pada aspek ekonomi dan bisnis saja. Tetapi juga pengembangan komunitas dan keberlanjutannya. Sehingga, dengan konsep ini memberikan manfaat positif yang signifikan bagi masyarakat dan juga lingkungan,” katanya saat Pembukaan International Meeting of the EU Project on “Integrated Ecotourism Management in Indonesia (INTEM)”, di Bandung, Senin, 1 April 2019.

Pembukaan kegiatan diantaranya dihadiri Guru Besar Universiteit Leiden, Belanda L.J Slikkerveer, Rektor Universitas Padjadjaran Tri Hanggono Achmad, dan Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Asep Kadarohman.

INTEM EU Program, merupakan kegiatan Capacity Building for Higher Education dari Uni Eropa yang diinisiasi LEAD (Leiden Etnosccience And Development) Universitas Leiden Belanda bersama dengan CIHEAM dan ASTEK dari Yunani, dan 3 Universitas di Indonesia, yakni Universitas Padjadjaran, Universitas Pendidikan Indonesia dan Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, serta Martha Tilaar Foundation dan Indonesian Heritage Society.

Tujuan dari program ini adalah mengembangkan program master di bidang Ecotourism dengan pendekatan terintegrasi.

Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Med. Tri Hanggono Achmad, dr.,M.Si mengatakan kerjasama yang dilakukan dengan mengambil lokasi Jawa Barat sebagai pilot project sangat tepat mengingat peran penting Jabar dalam pembangunan di Indonesia. Jabar dengan jumlah penduduknya yang terbesar tentunya akan memberikan dampak yang besar dan akan mampu memberikan warna
didalam pengembangan pariwisata Indonesia.

“Saya senang dengan penyematan kata eco dalam konsep ini. Karena ini menandakan bahwa tidak hanya mendukung pariwisata tetapi juga kelestarian lingkungan dan alam untuk masa depan. Kita harapkan, program ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas, Jabar, Indonesia dan
bahkan dunia,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network