Rabu, 11 Desember 2019

Kuliner Baru, Siomay dan Nugget Berbahan Baku Jamur

- 16 Maret 2019, 20:36 WIB
ANEKA pangan olahan berbahan baku jamur yang diperkenalkan BBPP Lembang di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu 16 Maret 2019.*/KODAR SOLIHAT/PR

BANDUNG, (PR).- Sejumlah inovasi baru pangan olahan kuliner berbahan baku jamur tiram, bakal menjadi “oleh-oleh anyar” khas jalur lintasan kawasan agro di utara Bandung.  Adalah es krim, manisan, nugget murdog (jamur-endog), baso tahu (siomay), jus, dll semuanya berbahan baku jamur tiram, yang bisa banyak diminati atau dicari para wisatawan berkunjung atau melintasi kawasan Kecamatan Cisarua dan Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.

Gambaran tersebut tampak pada pelatihan produksi pangan olahan berbasis bahan baku jamur tiram, yang merupakan inovasi dilakukan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang Kementerian Pertanian, di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Bina Terampil Mandiri, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu 16 Maret 2019. Tampak sangat banyak petani muda dan generasi muda asal Kecamatan Cisarua dan Kecamatan Ngamprah, yang antusias mengikuti pelatihan, dan berharap akan menjadi usaha baru yang menjanjikan pasar bagus.

Saat dicicipi, siomay berbahan baku jamur tiram, murdog, es krim, manisan, dll, tampak dan terasa rasa enak menu kuliner khas Bandung.  Apalagi dikudap dalam hawa yang dingin khasnya iklim sejuk kawasan Cisarua, nugget murdog dan baso tahu dengan bumbu sambal kacang maupun saos sambal, es krim, jus, dan manisan merupakan minuman dan makanan yang mengasyikan.

Salah seorang generasi milenial, mahasiswa yang juga bertani jamur, Rifo Vania Chintia Putri, menyebutkan, diperkenalkannya sejumlah inovasi menu baru pangan olahan berbahan jamur tiram yang dilakukan BBPP Lembang ini,  langsung membuka wawasan kalangan generasi milenial setempat sebagai peluang baru usaha.  Apalagi, produksi pangan olahan kuliner memang menjadi daya tarik bisnis usaha bagi kalangan generasi milenial dan petani muda, termasuk di Kecamatan Cisarua.

Ia optimis, bahwa aneka menu inovasi baru pangan olahan berbahan baku jamur tiram ini, akan banyak digemari dan menjadi “buruan” para wisatawan yang berkunjung sebagai oleh-oleh khas Cisarua. Begitu pula bagi kalangan petani jamur tiram, diharapkan mampu menjadi terobosan pasar atau pasca panen baru  dibuat usaha olahan eks krim, nugget murdog, manisan, baso tahu, dll, agar memilihi alternatif pemasaran dibandingkan selama ini hanya menjual jamur segar.

“Selama ini, olahan jamur tiram masih hanya dikenal adalah jamur crispy saja, namun ternyata dapat dibuat aneka pangan olahan lainnya yang enak dan menarik, dengan segmen makanan populer. Tampaknya, produksi dan bisnis pangan inovasi baru berbahan jamur tiram ini, bisa cepat berkembang karena segmen pasarnya generasi milenial,” ujar Rifo, yang sehari-harinya mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung jurusan Sastra Sunda ini.

Widyaiswara BBPP Lembang, Aris Hanafiah dan Wawa Risnawaty, senada mengatakan, bahwa sejumlah pangan olahan berbahan baku jamur tiram ini, merupakan inovasi baru BBPP Lembang yang dilakukan tahun 2018 dan baru diperkenalkan pada tahun 2019 ini. Ide awalnya, adalah bagaimana membuat agribisnis jamur tiram, dimana kawasan Cisarua dan Parongpong yang dikenal sebagai sentra produksi, pasarnya menjadi lebih terdongkrak melalui produk makanan jadi berbentuk olahan yang jenisnya populer di kalangan konsumen.

“Khusus eks krim jamur, selain diharapkan menggerakan geliat agribisnis jamur, juga diharapkan meningkatkan serapan penjualan susu sapi segar dari kawasan di Bandung Utara pula. Karena membuat es krim itu harus menggunakan campuran susu sapi segar, tinggal dibeli dari peternak sapi perah setempat di Cisarua atau Lembang,” ujar Aris.


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X