Kamis, 12 Desember 2019

Warga Desa Kersaratu Sekali Panen Kopi Dapat 90 Ton

- 11 Maret 2019, 07:50 WIB
BUPATI Pangandaran, H Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati H Adang Hadari sedang mencicipi segelas kopi robusta kemasan hasil olahan warga di Kab Pangandaran, Minggu, 10 Maret 2019.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN

PARIGI,(PR).- Tanaman kopi Robusta di Kabupaten Pangandaran mencakup luas total 609 hektare, terdiri dari 292 hektare di lahan milik negara dan 317 hektare di lahan perkebunan milik rakyat.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kab. Pangandaran, Sutriaman, total produksi kopi pada tahun 2018 hingga mencapai 263 ton untuk jenis kopi green bean.

Pengolahan hasil kopi green bean dewasa ini, menurut Sutriaman, sudah mulai dilakukan oleh masyarakat di Kab Pangandaran, salah satunya dengan merek kopi Pangandaran, Srikandi Coffe dan merek lainnya.

"Untuk pemasaran dilakukan baik secara online maupun konvensional," ujar Sutriaman, Minggu, 10 Maret 2019.

Untuk pemasarannya, kata dia,  selain pasaran lokal di Kabupaten Pangandaran juga memasok ke luar Pangandaran. "Di antaranya ke Yogyakarta, Solo, Bandung, Jakarta bahkan ke luar Jawa," ujarnya kepada wartawan Kabar Priangan, Agus Kusnadi.

Menurut Sutriaman, kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan yang sangat digemari masyarakat, dan diharapkan dapat mendukung sektor pariwisata di Kabupaten Pangandaran.

"Sebagai wellcome drink yang khas serta dapat juga dijadikan oleh-oleh khas kopi pesisir dengan cita rasa yang luar biasa," ucap Sutriaman.

Sementara di tempat terpisah salah satu perangkat desa di Desa Kersaratu, Kec Sidamulih, Kab Pangandaran, Gugi Samugya mengatakan, bahwa masyarakat di desanya telah memanfaatkan lahannya seluas 144 hektare untuk ditanami pohon kopi robusta.

"Alhamdulillah sekali petik bisa mencapai 90 ton kopi setiap musim panen," ujar Gugi, seraya dirinya menambahkan, untuk panen kopi biasanya dilakukan satu tahun dua kali.***



Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X