Jumat, 21 Februari 2020

Bea Masuk ke Australia Jadi Nol Persen

- 4 Maret 2019, 17:02 WIB
INDONESIA-Australia*/ABC.NET.AU

JAKARTA, (PR).- Indonesia dan Australia menandatangani perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif kedua negara (IA-CEPA), di Jakarta, Senin, 4 Maret 2019. Dengan adanya perjanjian tersebut, seluruh produk Indonesia bisa diekspor ke Australia dengan tarif bea masuk nol persen.

Sementara, bea masuk tarif impor dari Australia ke Indonesia yang dieliminasi sebesar 94 persen secara bertahap.‎ Penandatanganan tersebut dilakukan Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita dan Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia, Simon Birmingham.  

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, hadir menyaksikan penandatanganan tersebut. ‎Kalla mengatakan, kerja sama ini akan menguntungkan kedua negara. Kerja sama itu meliputi bidang perdagangan barang dan jasa serta investasi. "Ini adalah kerja sama win win solution dan akan menguntungkan kedua negara," ujar dia.

Kalla mengatakan, IA-CEPA merupakan batu loncatan penting untuk meningkatkan hubungan kerja sama Indonesia dan Australia yang telah terjalin lama. "IA-CEPA merupakan perjanjian yang berbeda dengan yang sudah ada. Perjanjian ini akan meningkatkan kepercayaan diri pihak swasta," ucapnya.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, ‎proses perjanjian IA-CEPA memakan waktu cukup lama hingga sembilan tahun. Penghapusan bea masuk produk Indonesia ke Australia diyakini akan meningkatkan ekspor.

Menurut Enggar, produk-produk Indonesia yang ekspornya meningkat adalah produk otomotif, kayu dan turunannya termasuk furnitur, tekstil dan produk tekstil, serta ban, alat komunikasi, obat-obatan, permesinan, dan peralatan elektronik. 

"Untuk itu, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian telah bertemu dengan para produsen kendaraan, asosiasi, dan para pelaku usaha untuk dapat memanfaatkan peluang di pasar Australia tersebut. Kami berharap otomotif akan menjadi andalan ekspor RI di Australia," ujar Enggar.

Kuota visa bertambah

Di sektor perdagangan jasa, Indonesia akan mendapatkan akses pasar, di antaranya kenaikan kuota visa kerja dan liburan dari 1000 visa menjadi 4100 visa di tahun pertama implementasi IA-CEPA. Jumlah itu akan meningkat sebesar lima persen di tahun-tahun berikutnya.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X