OJK: Hingga Januari 2019, Fintech Telah Salurkan Kredit Rp 25 Triliun

- 28 Februari 2019, 19:30 WIB
FINTECH.*/Ist

JAKARTA, (PR).- Deputi Direktur Pengaturan Penelitian dan Pengembangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Munawar Kasan mengatakan, meski belum lama, layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi atau financial technology (fintech) peer-to-peer (P2P) lending terbukti meningkatkan penyaluran kredit kepada sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Berdasarkan data OJK, dalam dua tahun terakhir akumulasi penyaluran pinjaman fintech lending sudah naik masing-masing 802,22% dan 784,3% secara tahunan.

"Sampai Januari 2019, jumlah akumulasi penyaluran mencapai Rp 25,59 triliun, saat ini terdapat 99 fintech lending yang terdaftar," ujar Munawar Kasan dalam diskusi bertema 'Mendorong Sinergi Lembaga Keuangan Fintech' yang diselenggarakan Forum Wartawan Keuangan dan Moneter (Forkem), di  Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Rabu 27 Februari 2019.

Dari sisi lender atau sudah ada 267.496 entitas yang memberikan pinjaman. Dari sisi borrower sudah ada 5,16 juta entitas yang meminjam.

Jumlah transaksi borrower sudah 17 juta lebih. "Ini menunjukkan adanya pemanfaatan berulang dari fintech lending oleh masyarakat. Jadi orang sudah manfaatkan fintech meminjam uang dan berhasil kembaliin dan pinjam lagi," kata Munawar. 

loading...

Dia menambahkan, OJK tidak memandang fintech lending sebagai kompetitor industri perbankan. Pasalnya keduanya memiliki segmen yang berbeda.

Fintech lending hadir bagi masyarakat tidak bankable dan berikan layanan cepat yang belum bisa dilayani perbankan. Oleh karena itu, OJK sarankan fintech dan bank berkolaborasi.

Salah satunya memenuhi aturan OJK soal minimum penyaluran kredit UMKM 20% dari total kredit. "Bagi bank tertentu yg punya jaringan SDM yang cukup mungkin tidak sulit tapi bank yang tidak berdaya maka butuh partner yang tepat. Penyelenggara fintech lending harus mampu penuhi standar," tutur Munawar.

Munawar mengatakan, persaingan antar fintech dan bank-bank harus bijak dan lebih cermat. Artinya, tidak saling melemahkan untuk mendapatkan nasabah atau peminjam yang target untama.

Halaman:

Editor: Fani Ferdiansyah


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X