Citarum Harum Pengaruhi Industri Kecil

- 2 Januari 2019, 18:33 WIB
PABRIK berada di dekat aliran Sungai Citarum, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Kamis 13 September 2018.*/ADE MAMAD/PR

TAHUN 2018 dinilai menjadi salah satu tahun terberat bagi industri tekstil dan produk ­tekstil (TPT) Ja­wa Barat.

Alasannya, selain karena terpukul dari sisi pasar lokal yang per­min­taannya semakin berkurang, te­kan­an juga terjadi karena dipengaruhi turunnya produksi dari industri pence­lupan.

Sekretaris Asosiasi Pertekstilan Indo­ne­sia (API) Jawa Barat Kevin Hartanto memaparkan, dibandingkan dengan ta­hun-tahun sebelumnya, permintaan pa­sar domestik dirasakan semakin berkurang.

Meski belum mengetahui secara pasti penyebab penurunan permintaan pasar domestik, Kevin memperkirakan hal itu karena daya beli masyarakat yang berkurang atau masuknya produk impor yang semakin masif menghajar pasar domes­tik.

Selain itu, Kevin mengatakan, saat ini produksi industri pencelupan ­tekstil di Jabar pun telah turun menjadi hanya 60-70%. Bahkan, beberapa di antaranya ada yang memangkas hingga hanya menyisa­kan 50% dari kemampuan produksi.

loading...

Penurunan produksi dari industri pen­celupan tersebut, dijelaskan Kevin, ber­ka­itan dengan upaya pembenahan yang dilakukan industri seiring de­ngan adanya program Citarum Harum yang digulirkan pemerintah.

Meski pada prinsipnya industri mendukung program tersebut, upa­ya pembenahan instalasi pengolahan limbah membutuhkan waktu yang tidak singkat. Dengan demikian, untuk me­menuhi baku mutu yang ditetapkan, akti­vitas pencelupan yang dilakukan industri harus disesuaikan atau dengan kata lain dikurangi.

IMK terdampak

Di tengah berbagai tekanan dan tantangan yang terjadi sepanjang 2018, sebenarnya kinerja produksi industri tekstil di industri besar dan sedang (IBS) mening­kat. Industri ­tekstil meningkat 9,29% jika diban­dingkan antara triwulan III 2018 dan triwulan III 2017 year on year (yoy).

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X