Kamis, 23 Januari 2020

Tanpa Modal di Usia Senja, Arang Batok Buatan Dayat Sampai ke Korea

- 16 Desember 2018, 20:14 WIB
Arang Batok/HANDRI HANDRIANSYAH/PR

Meskipun demikian, kesibukan sang istri tak jarang membuat Dayat harus menunggu kedatangannya berselang hari. Saat itu terjadi, Dayat terpaksa harus menahan lapar karena seharian tak makan.

Meski usianya sudah lebih dari setengah abad, kegigihan Dayat ternyata berbuah manis. Ia pun mendapat permintaan arang batok dari sejumlah pemilik pabrik di wilayah Rancaekek.

"Kebetulan yang punya pabrik itu orang Korea. Dia butuh banyak arang batok untuk dibawa ke Korea guna menyalakan perapian saat musim dingin karena keluarganya tinggal di daerah bersalju," kata Dayat.

Mendapat pesanan dalam jumlah besar, Dayat pun memberanikan diri untuk merekrut sepuluh pegawai. Namun niat baik itu tak menjadi beban produksi, tetapi justru membuka pintu rezeki semakin lebar.

Dari tahun ke tahun permintaan terus meningkat dan keuntungan bersih yang semula hanya Rp 3 juta naik menjadi sedikitnya Rp 10 juta per bulan. Namun ia tetap belum mau sepenuhnya menikmati hasil itu.

"Saya investasikan sebagian besarnya untuk mencicil tiga mobil pick up karena memang dibutuhkan untuk angkut hasil produksi ke konsumen. Untuk makan hanya sebagian kecil saja karena istri saya sudah keluar dari tempat kerjanya dan sepenuhnya membantu saya di sini," tutur Dayat.

Meskipin demikian, cicilan mobil pick up tersebut hanya tinggal menyisakan tempo dua tahun. Artinya, dua tahun ke depan Dayat sudah bisa menikmati keuntungan bersih sedikitnya Rp 10 juta per bulan.

Kesuksesan itu terbilang sangat cemerlang mengingat Dayat memulainya tanpa modal. Apalagi ia hanya lulusan SMP yang hanya sempat bekerja serabutan dan memulai wirausaha seorang diri di usia senja.***

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X