Rabu, 11 Desember 2019

Tanpa Modal di Usia Senja, Arang Batok Buatan Dayat Sampai ke Korea

- 16 Desember 2018, 20:14 WIB
Arang Batok/HANDRI HANDRIANSYAH/PR

 

BENTANGAN Sungai Citarik Baru, boleh saja memisahkan wilayah Kecamatan Rancaekek di Desa Sukamanah dengan Kecamatan Solokanjeruk di Desa Solokanjeruk, Kabupaten Bandung. Namun batas wilayah itu tak menghalangi Dayat Hidayat (60) untuk meraih impiannya menjadi seorang wirausahawan sukses di usia senjanya

Rumah Dayat berada di wilayah Desa Sukamanah. Namun tanah peninggalan orang tua seluas 500 meter persegi yang kini menjadi tempat usahanya, berlokasi di Desa Solokanjeruk. 

Tekad yang kuat membuat Dayat mampu mengalahkan kendala jarak itu. Ia pun rela bersakit-sakit tinggal sendiri di gubuk kecil yang ia dirikan di tanah peninggalan orang tuanya itu demi merintis usaha arang batok.

"Awalnya saya tidak punya modal kecuali lahan ini. Saya berjuang selama setahun di sini dan hanya sesekali ditengok oleh anak dan istri yang tinggal di rumah," tutur Dayat saat ditemui di tempat usahanya, Minggu 16 Desember 2018.

Bukan hanya tanpa modal, tetapi langkah Dayat pun terbilang cukup berani. Soalnya ketika ia memulai usaha delapan tahun lalu, seluruh pabrik arang batok di sekitarnya justru satu per satu gulung tikar.

Dayat yakin, modal dan kegagalan orang lain bukanlah hal yang perlu ditakuti. "Justru saya tertantang untuk membuktikan bahwa tanpa modal pun usaha bisa dijalankan asal ada keinginan dan tak perlu takut melihat orang lain bangkrut," ucapnya.

Benar saja, Dayat hanya mengandalkan kegigihan untuk mengumpulkan sisa-sisa batok kelapa pemberian dari pedagang di sejumlah pasar yang ia datangi setiap pagi. Siang hingga malam, ia kemudian membakar batok-batok tersebut sampai menjadi arang.

Selama setahun ia mengumpulkan hasil kerja kerasnya itu untuk membangun tungku dan memperbesar gubuknya. "Saya waktu itu hanya mengandalkan makan dari istri saya yang masih bekerja di pabrik," katanya.


Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

X