Senin, 16 Desember 2019

Imbas Perang Dagang, Produk Tiongkok Kian Masif Membanjiri Pasar Domestik

- 28 November 2018, 00:25 WIB

BANDUNG, (PR).- Imbas perang dagang antara AS-Tiongkok telah merambah dan dirasakan Indonesia. Salah satu indikatornya terlihat dari semakin membanjirnya produk Tiongkok ke pasar domestik pasca dilancarkannya perang dagang tersebut.

Perkembangan itu menyebabkan banyak produk lokal yang mulai kewalahan menghadapi membanjirnya produk asal Tiongkok. Pasalnya, harga produk impor Tiongkok tersebut lebih rendah 20-30% sehingga dikhawatirkan akan mengganggu kinerja industri domestik.

Demikian terungkap dalam Seminar Ekonomi Outlook yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Padjadjaran bekerjasama dengan HU PIkiran Rakyat, di Kampus Unpad Dipati Ukur, Bandung, Selasa 27 November 2018.

Bertindak sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut Deputi Direktur Divisi Pengembangan Ekonomi Kantor Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Dudi Dermawan, Wakil Ketua Kadin Jabar Memed Murzid, dan Akademisi Unpad Rudi Kurniawan, serta moderator Wakil Pemimpin Redaksi PR Erwin Kustiman.

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Utama Pikiran Rakyat Perdana Alamsyah, Direktur Bisnis PIkiran Rakyat Januar P. Ruswita, Wakil Rektor Bidang Riset Pengabdian Kepada Masyarakat, Kerjasama, Inovasi, dan Usaha Keri Lestari, serta Dekan FEB Unpad Yudi Azis.

Dudi memaparkan berdasarkan data yang dimiliki secara umum volume perdagangan dunia dan harga komoditas diperkirakan melambat. Hal itu sejalan dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi global dan masih tingginya risiko trade war.

Namun sejumlah komoditas sebetulnya menunjukkan peningkatan harga. Salah satunya tembaga yang menunjukkan peningkatan harga 7,1%. Namun persoalannya, perang dagang antara AS-CIna yang menyebabkan bea masuk tembaga Cina menjadi tinggi akhirnya beralih ke Indonesia.

“Dampaknya kenaikan ini tidak dirasakan Indonesia. Apalagi tembaga impor tersebut harganya 20-30% lebih rendah. Artinya, perang dagang sudah merambah masuk ke Indonesia itu yang perlu diwaspadai karena kita memiliki industri domestik yang mulai kewalahan dengan perkembangan ini,” katanya.

Hal senada diungkapkan Memed. Dikatakan sejak Presiden AS Donald Trump mencanangkan visi “Make America Great Again” memaksa perang dagang, tarif masuk ke AS dinaikkan, dan juga fasilitas ke negara mitra utama banyak yang dicabut. Langkah itu terimbas pada Indonesia.


Halaman:

Editor: Yulistyne Kasumaningrum

Tags

Komentar

Terkini

X