Rabu, 11 Desember 2019

Nilai Tukar Dolar AS Pengaruhi Pertumbuhan Manufaktur Besar

- 1 November 2018, 08:19 WIB
PETUGAS menghitung uang kertas dolar AS pecahan 100 dolar saat melayani pembeli di penukaran uang DolarAsia di Jln. Cibaduyut, Kota Bandung, Jumat 29 November 2013.*

JAKARTA, (PR).- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan industri pakaian jadi triwulan III tahun 2018 mengalami pertumbuhan signifikan hingga mencapai 23,13 % jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal itu berbanding terbalik dengan industri‎ komputer, barang elektronik, dan optik yang mengalami pertumbuhan minus 22,31 %.

Trend serupa juga dialami dua sektor tersebut jika dibandingkan dengan kwartal sebelumnya. Industri pakaian pada triwulan III tahun 2018 mengalami pertumbuhan mencapai 10,14 % dibandingkan triwulan sebelumnya. Sementara pertumbuhan industri komputer, barang elektronik, dan optik tumbuh minus 6,24%.

Deputi Bidang Statistik Produksi B‎PS, M Habibullah, mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang terjadi beberapa waktu belakangan. Penguatan Dolar AS mendorong industri tekstil untuk meningkatkan ekspornya.

"Kalau yang saya lihat, ekspor pakaian jadi juga mengalami peningkatan. Ini yang memacu industri pakaian jadi meningkatkan produksinya,"ujar dia di Jakarta, Kamis 1 November 2018.

Sementara industri komputer, barang elektronik, dan optik memiliki komponen impor yang sangat tinggi. Hal ini menyebabkan biaya produksi menjadi tinggi sementara pasarnya banyak yang domestik.

Pertumbuhan industri manufaktur mikro dan kecil  pakaian jadi triwulan III tahun 2018 justru mengalami penurunan ‎sebesar 4,1 % dibandingkan triwulan sebelumnya.. "Sebab industrik manufaktur mikro dan kecil itu kan kebanyakan adalah penjahit. Nah kalau itu justru sifatnya musiman, kenaikan tertinggi biasanya terjadi saat lebaran,"ujar dia.

Berdasarkan data BPS, Jawa Barat menjadi provinsi ketiga yang memiliki kontribusi terbesar‎ pada industri pakaian jadi yaitu sebesar 9,6 %. Sementara provinsi yang menyumbang kontribusi terbesar pertama dan kedua adalah Banten 72 % dan Jawa Timur 17,62 %.

Kepala BPS, Suhariyanto, mengatakan secara umum pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan III tahun 2018 naik sebesar 5,04 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang juga mengalami kenaikan sebesar 4,13 %. 

"Industri yang mengalami kenaikan produksi tertinggi adalah industri kendaraan bermotor, trailer dans emi trailer yaitu naik 15,11 %. Sedangkan industri yang mengalami penurunan terbesar adalah industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki, yaitu turun 10,62 %,"ujar dia.‎***



Editor: Tia Dwitiani Komalasari

Tags

Komentar

Terkini

X