Jumat, 10 April 2020

Penjualan Minyak Curah Dihapus Total, PT Pindad Siapkan Kemasan

- 15 September 2018, 09:09 WIB

BANDUNG, (PR).- Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menargetkan tidak lagi ada penjualan minyak goreng curah mulai tahun depan. Meskipun demikian, masyarakat bisa membeli minyak goreng murah dengan kemasan sederhana ‎yang dijual dengan harga eceran tetap Rp 11.000 per liter.

‎Hal itu dikatakan Enggar saat menghadiri peluncuran Filling Machine Anjungan Minyak Goreng Hygienist Otomatis (AMH-o) di PT Pindad, Bandung, Sabtu (15/9/2018).‎ Mesin ini diharapkan dapat membantu produsen menyediakan minyak goreng sederhana.‎ Dengan demikian, tidak ada lagi alasan bagi produsen  gagal memenuhi kewajibannya memenuhi kuota 20 persen untuk memproduksi minyak goreng kemasan sederhana.

"Saya targetkan tahun depan tidak ada lagi minyak yang dijual curah. Jadi masyarakat bisa mendapatkan minyak goreng yang Higienis dan sehat,"kata dia.

Enggar mengatakan, mesin ini juga bersifat ramah lingkungan karena dapat mereduksi penggunaan‎ kantong plastik. Hal itu terjadi karena pembeli bisa membawa wadah sendiri dari rumah. "Bagi pembeli yang membawa wadah sendiri nanti bisa mendapatkan diskon karena mengurangi biaya kemasan,"ujar dia.

Pengemasan

Sementara itu Direktur PT Pindad (Presero), Abraham Mose, mengatakan pihaknya mengeluarkan investasi hingga Rp 1,49 triliun untuk memproduksi mesin tersebut.‎ Konsep desain awal dibuat oleh PT Rekayasa Enginering dan disempurnakan oleh Pindad. 

‎Menurut Abraham, mesin ini diharapkan dapat membantu program pemerintah untuk menjual minyak goreng kemasan sederhana yang dijual di bawah harga eceran tetap Rp 11.000 per liter.‎ Mesin tersebut dirancang untuk menjaga higienitas minyak goreng eceran, mereduksi pemakaian kantong plastik, dan meningkatkan margi pedagang eceran. 

Dia menjelaskan, sistem kerja mesin ini adalah menyalurkan minyak goreng dalam jeriken berukuran 18 atau 25 liter ke kantong kemasan kecil atau wadah yang dibawa konsumen. Kantong kemasan yang dipersiapkan terdiri dari beberapa takaran mulai dari 250, 500, 1.000 ml. Penyaluran dilakukan melalui filling oil system yang terdiri dari pompa, pipa felxible, katup solenoid, dan flow meter.

‎Abraham menjamin seluruh komponen AMH-o telah memenuhi Standard food grade. Selain itu, AMH-o juga dilengkapi dengan modul GPS yang dapat membantu produsen minyak goreng memonitor lokasi dna volume penjualan baik harian, mingguan, atau bulanan. 

‎Dia mengatakan, penjualan mesin ini akan dilakukan oleh distributor untuk digunakan oleh pedagang pasar tradisional, pasar modern, grosir,‎ dan pesantren. Pihaknya baru saja menandatangani perjanjian jual beli dengan tiga distributor untuk memasarkan produk tersebut. "Pindad yang memiliki direktorat bisnis diharapkan bisa menghasilkan produk yang bisa membantu pemerintah dan terutama masyarakat,"ujar dia.

Halaman:

Editor: Tia Dwitiani Komalasari

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X