Nilai Tukar Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Dominasi Aset Safe Haven

- 4 September 2018, 04:02 WIB

BANDUNG, (PR).- Nilai tukar rupiah semakin terancam depresiasi. Terpantau hingga Selasa 4 September 2018, kurs BI menunjukkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS senilai Rp 14.827.

Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah relatif masih rentan mengalami depresiasi terhadap dolar AS.

"Dolar AS masih cenderung menguat terhadap hampir semua mata uang dunia. Perundingan perdagangan bebas yang buntu antara Amerika Serikat dan Kanada masih mendorong ketidakpastian di pasar," katanya, seperti dikutip Antara.

Di tengah situasi itu, lanjut dia, investor akan melirik dolar AS sebagai aset "safe haven", sehingga dapat berdampak pada pelemahan rupiah.

Sementara itu terpantau pada pukul 09.45 WIB, nilai tukar rupiah mengalami depresiasi ke level Rp14.827 per dolar AS.

loading...

Ia menambahkan sentimen mengenai data PMI Tiongkok bulan Agustus yang cenderung menurun juga dapat menjadi sentimen negatif bagi rupiah. Kemungkinan ekspor Indonesia melambat ke Tiongkok akibat perlambatan data itu.

Chief Market Strategist FXTM, Hussein Sayed menambahkan pada pekan lalu, investor berharap perkembangan positif antara Amerika Serikat dan Meksiko dapat meluas ke Kanada, Eropa, dan mungkin Tiongkok. Namun optimisme itu mereda ketika AS gagal mencapai kesepakatan dengan Kanada.

"(Donald) Trump juga mungkin memperburuk perang dagang apabila ia memutuskan untuk menerapkan tarif 200 miliar dolar AS terhadap barang Tiongkok," katanya.

Kurs Yen menguat

Sementara itu, akibat "safe haven" di tengah ketegangan sekitar perdagangan global dan tekanan terhadap mata uang negara-negara berkembang, Yen dan Dolar menguat. Ketakutan atas pukulan terhadap pertumbuhan global dari kebijakan-kebijakan proteksionis "America First" Presiden AS Donald Trump telah mempertahankan pasar dalam keadaan kecemasan.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi A


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X