Minggu, 5 April 2020

Bekraf Jembatani Pelaku Usaha Animasi dan Lembaga Keuangan

- 30 Agustus 2018, 12:14 WIB
KETUA Asosiasi Industri Animasi dan Kreatif Indonesia (AINAKI), Ardian Elkana, memaparkan materinya saat menjadi pembicara pada acara Bekraf Financial Club di di Simply Valore Hotel, Jalan Baros, Kota Cimahi, Kamis 30 Agustus 2018. Acara tersebut sebagai jembatan bagi para pelaku usaha game dan animasi dengan para lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan bukan bank.*

CIMAHI, (PR).- Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menjembatani pertemuan pelaku ekonomi kreatif subsektor animasi untuk menjelaskan The Nature Of Business  kepada 60 lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan bukan bank, dalam acara Bekraf Financial Club (BFC) di Simply Valore Hotel Jalan Baros Kota Cimahi , Kamis 30 Agustus 2018. Lewat kegiatan tersebut, diharapkan terjalin kerjasama antara pelaku usaha animasi dan perbankan terkait akses permodalan.

Deputi Akses Permodalan Bekraf Fajar Hutomo menjelaskan, kegiatan Bekraf Finacial Club atau BFC  bertujuan mengenalkan karakteristik bisnis dan rantai nilai subsektor animasi kepada sumber pembiayaan perbankan dan non perbankan. Sehingga sumber pembiayaan mereka dapat disalurkan kepada pelaku ekonomi kreatif subsektor animasi

"Kami sudah membuat beberapa kali pertemuan BFC mulai dari film, fashion, musik, kriya, dan kuliner dan sekarang mengadakan BFC di Cimahi untuk sektor animasi," ujarnya.

Menurut Fadjar, industri keuangan perlu memahami terkait bisnis proses dari industri khususnya subsektor animasi kreatif. Karena potensi ini perlu adanya investasi supaya Indonesia dapat lebih maju soal animasi.

"Para bankers diharapkan memahami setelah melihat potensi ini, di mana nilai dan resikonya sehingga mereka punya inisiatif mendanai subsektor ini," ucapnya.

loading...

Kendati demikian, majunya industri kreatif animasi di Cimahi sendiri belum bisa menarik banyak investor atau berkembangnya para pelaku industri animasi secara mandiri.

Masih ada kesulitan pendanaan bank terhadap industri animasi

Hingga kini, perbankan belum jor-joran memberikan pinjaman atau penyertaan modal pada pelaku industri kreatif di Cimahi, lantaran masih berpatokan pada karya yang dihasilkan.

"Karena orientasi lembaga keuangan sebagai pemilik modal ini belum terbuka melihat potensi dari industri kreatif, khususnya di Kota Cimahi. Masih ada beberapa syarat yang harus dipenuhi biar modal bisa dikeluarkan," ujarnya.

Cimahi dipilih sebagai tempat pelaksanaan BFC lantaran Cimahi dinilai sudah beberapa langkah di depan soal animasi dibandingkan daerah lain di Indonesia.

Halaman:

Editor: Ririn Nur Febriani

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X