Kartu Debit Berlogo GPN Pangkas Biaya Belanja

- 3 Mei 2018, 07:36 WIB
PENGUNJUNG mengamati kartu berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) usai peluncuran bersama di Jakarta, Kamis (3/5). Kartu berlogo GPN merupakan terobosan dalam menghilangkan fragmentasi layanan perbankan retail sehingga masyarakat dapat mengakses layanan sistem pembayaran yang lebih efisien melalui interkoneksi dan interoperabilitas.*

JAKARTA, (PR).- Bank Indonesia dan Perbankan meluncurkan Kartu Debit Berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) untuk debit ‎atau ATM. Kartu debit berlogo GPN memudahkan masyarakat dapat bertransaksi di semua ATM dan EDC. Biaya yang harus dibayar lebih rendah meskipun menggunakan kartu dari bank yang berbeda.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan bahwa saat ini kita sering melihat deretan mesin ATM dari berbagai bank di satu tempat. Selain itu, kita juga kerap melihat deretan mesin EDC‎ dari berbagai bank di meja kasir. Hal itu menciptakan sistem yang tidak efisien dan membutuhkan biaya yang mahal.

"Nasabah harus‎ memiliki banyak kartu dari berbagai bank yang digunakan di mesin ATM atau EDC yang didirikan oleh bank tersebut. Kalau pun kartunya bisa digunakan di ATM atau EDC lain, masyarakat harus mengeluarkan biaya cukup tinggi," ujar dia saat peluncuran GPN di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Kamis 3 Mei 2018. Hadir dalam acara tersebut Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Sosial Idrus Marham, Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Heru Kristiyana dan Ketua Umum Perbanas Kartika Wirjoatmodjo.

Selain itu khusus bagi penerima bantuan sosial maka tidak akan lagi dikenakan biaya pada saat melakukan pencairan. Dengan demikian, masyarakat bisa menerima bantuan sosial dengan besaran dana yang seharusnya.

Agus mengatakan, saat ini 98 dari total 116 penyelenggara sistem pembayaran yang beroperasi di Indonesia telah setuju mengeluarkan kartu debit berlogo GPN.‎ Bagi bank, kehadiran GPN dapat memperluas akseptasi nasabah melalui kemudahan akses terhadap seluruh kanal pembayaran. "Bank tidak perlu berkompetisi dalam menyediakan infrastruktur kanal pembayaran, sehingga dapat lebih leluasa dan fokus dalam meningkatkan kualitas layanan kepada nasabahnya," ujar dia.

Sistem pembayaran yang lebih efisien

‎Menurut Agus, GPN telah diimplementasikan secara penuh dan digunakan secara luas oleh masyarakat berkat kerjasama yang harmonis dan sinergis antara Bank Indonesia dengan Pemerintah, OJK serta industri perbankan dan sistem pembayaran. Gerbang Pembayaran Nasional menjadi langkah terobosan dalam rangka menghilangkan fragmentasi layanan pembayaran retail. Dengan demikian, masyarakat dapat mengakses layanan sistem pembayaran yang lebih efisien melalui interkoneksi dan interoperabilitas. 

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, GPN sebenarnya merupakan cita-cita Presiden Jokowi sejak awal pemerintahannya empat tahun lalu. "Dulu beliau mengatakan bahwa semua bank BUMN harus terintegrasi. Namun ternyata disambut pak Gubernur BI dengan mengintegrasikannya secara nasional baik BUMN maupun swasta," ujarnya.

Dia mengatakan, GPN memungkinkan sistem pembayaran dikontrol di dalam negeri. "Ini sesuai dengan visi pemerintah yaitu berdaulat dan mandiri," ujar dia.

‎Dia mengatakan, kartu berlogo GPN juga turut berperan dalam mensukseskan penyaluran bantuan sosial non tunai. "Penyaluran bantuan ini bukan hanya untuk masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan namun juga seperti untuk pupuk subsidi mellaui kartu tani," ujarnya.

Halaman:

Editor: Tia Dwitiani Komalasari


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X