Akibat Skimming, BRI Akan Hapus Transaksi Luar Negeri Simpedes

- 18 Maret 2018, 10:14 WIB

BANDUNG, (PR).- Bank Rakyat Indonesia (BRI) bakal menghapus transaksi luar negeri untuk nasabah Simpanan Masyarakat Pedesaan (Simpedes). Hal ini terkait dengan kasus hilangnya dana nasabah BRI akibat kejahatan penggunaan data nasabah untuk pengambilan dana secara ilegal (skimming).

Direktur Digital Banking dan Teknologi Informasi BRI, Indra Utoyo, mengatakan bahwa mereka akan memblokir transaksi yang ada di luar negeri untuk nasabah Simpedes. Tindakan ini diambil sebagai antisipasi kejahatan dengan melibatkan keunggulan teknologi. 

"Jika nasabah Simpedes dilihat jarang berpegian ke luar negeri, maka kami akan blok transaksi luar negerinya. Intinya belajar dari kejadian Kediri, BRI akan menyeting transaksi default untuk nasabah Simpedes agar transaksi luar negerinya ditolak," kata Indra kepada pers dalam family gathering di Bandung, Sabtu-Minggu, 17-18 Maret 2018.

Dari kasus pembobolan dana nasabah tersebut, ujar Indra, membuat BRI semakin giat untuk segera melakukan program migrasi dari kartu lama ke kartu chip. Untuk tahun ini 30 persen kartu lama akan diubah menjadi kartu berbasis chip. "Pergantian kartu ini makin cepat, maka makin baik," ujarnya.

Selain kejahatan skimming yang terjadi di Kediri, menurut dia, BRI juga disibukkan dengan kasus pembobolan uang nasabah melaui one time password (OTP). Untuk itu, pihaknya terus meningkatkan patroli skimming. BRI juga terus meningkatkan keamanan dan mengembangkan sistem intelijen.

loading...

"Saat ini bank seperti kejar-kejaran dengan pelaku kejahatan siber. Ini karena kami ingin agar pelayanan ke nasabah tetap optimal dalam hal keamanan. Sebab kejahatan siber sekarang sudah antar negara," tutur Indra.

BI mendesak BRI

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) telah mendesak BRI untuk segera mempercepat migrasi kartu transaksi debit dari teknologi pita magnetik (magnetic stripe) ke kartu berteknologi chip untuk mencegah pembobolan dana nasabah melalui skimming di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Sebagai informasi, kurang lebih 33 rekening nasabah BRI">Bank BRI di Unit Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, kehilangan dana di tabungannya. Berdasarkan laporan BRI">Bank BRI, dari 33 rekening, paling besar dana nasabah yang hilang mencapai Rp 10 juta. Saat ini, BRI telah menyelesaikan investigasi secara internal.

Halaman:

Editor: Satrio Widianto


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X