Senin, 9 Desember 2019

Sentimen Global Sebabkan IHSG Anjlok

- 6 Februari 2018, 10:41 WIB
Pekerja memantau pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melalui layar monitor di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat 26 Januari 2018.*

JAKARTA, (PR).- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 1,69 persen pada perdagangan Selasa 6 Februari 2018. Kondisi ini dipengaruhi oleh sentimen global terutama pada kinerja Gubernur Bank Sentral baru Amerika Serikat.

Pergerakan IHSG‎ sudah ada di zona merah sejak pembukaan ke level 6.505,19 poin. Angka tersebut melemah 1,85 persen dari level penutupan hari sebelumnya di level 6.467,834. Penurunan IHSG sempat mencapai level 6.519. Meskipun mengalami perbaikan, namun pergerakan IHSG tetap berada di zona merah sampai penutupan di level 6.478,54.

Berdasarkan catatan, investor asing menjual bersih saham terutama sektor keuangan hingga mencapai Rp 1.747 triliun.‎ Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di posisi sama dengan kemarin, yaitu senilai Rp 13.555.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Tito Sulistio, mengatakan bahwa penurunan IHSG ini disebabkan karena adanya persepsi dari ekonomi dunia terutama pada Amerika Serikat. Kondisi ini diyakini tidak akan berlangsung lama.

Dia mengatakan, ‎koreksi saham tidak hanya terjadi di Indonesia namun juga pasar negara-negara di dunia. Di wilayah Asia, Bursa Saham Jepang bahkan anjlok sebesar 5,48 persen atau 1.000 poin.

Dia mengatakan, Bursa Efek Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 3,5 persen pada akhir bulan lalu.‎ "Performa kita juga masih terbaik di ASEAN, di Asia kita hanya kalah dengan Tiongkok," ujar dia.

‎Sementara itu, Executive Director and Head Wealth Management Standard Chartered Bank Indonesia, Bambang Simarno, mengatakan‎ bahwa pertumbuhan IHSG tahun 2017 cukup tinggi yaitu mencapai 19,9 persen. Dia memprediksi pertumbuhan tersebut akan tetap positif pada tahun 2018.

"Tahun ini juga saya kira levelnya sama hampir sekitar 20 persen.‎ Hal itu didukung animo masyarakat untuk berinvestasi lebih tinggi," ujar dia.***



Editor: Tia Dwitiani Komalasari

Tags

Komentar

Terkini

X