Tahun 2018, Qualcomm Fokuskan Teknologi Internet of Things di Indonesia

- 5 Februari 2018, 04:22 WIB

PERUSAHAAN semikonduktor dan produsen chipset Qualcomm akan fokus mengembangkan teknologi Internet of Things (IoT) di Indonesia pada 2018. Teknologi IoT akan memudahkan pengguna mengendalikan berbagai perangkat sekaligus membuka potensi bisnis bagi perusahaan lokal.

Secara global, Qualcomm telah memperluas pengembangan IoT untuk memenuhi tuntutan dunia yang semakin terkoneksi. Qualcomm telah menjadi pemimpin yang tak terbantahkan dalam konektivitas seluler selama bertahun-tahun, tetapi de­ngan adanya pergeseran teknologi baru, muncul tantangan baru dan bahkan berpotensi adanya perubahan pasar.

VP & President untuk Asia Tenggara, Qualcomm Technologies, Inc., Mantosh Malhotra mengemukakan, Indonesia merupakan salah satu pasar yang penting bagi Qualcomm. Fokus per­usahaan untuk Indonesia pada tahun 2018 antara lain mendorong perkembangan dan penyebaran teknologi global terbaru.

Ke depan, ungkap Mantosh, Qualcomm dapat memperluas ketersediaan dan konektivitas perangkat-perangkat baru yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di Indonesia dengan harga terjangkau. Pihaknya juga akan membantu perusahaan-perusahan lokal untuk dapat berkembang dan mampu bersaing secara global dengan memiliki lisensi paten sekaligus mengambil andil dalam menciptakan ekosistem mobile di Indonesia. 

Qualcomm akan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan teknologi di Indonesia untuk mampu mengembangkan teknologi IoT. Teknologi ini bukan hanya untuk pasar-pasar yang telah maju. Pasar-pasar yang tengah berkembang juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan industri tersebut,” ujarnya, belum lama ini.

Country Manager untuk Qualcomm Indonesia Shannedy Ong menambahkan, penting bagi Qualcomm untuk terus berinovasi dan menghadirkan teknologi yang sedang tren di global, salah satunya IoT. Teknologi dengan koneksi tak terbatas, bukan hanya koneksi pengguna ke perangkat, melainkan juga koneksi antarperangkat.

Otomotif

”Sekarang kita masuk 5G, bahkan ke otomotif, IoT, mobile computing, dan networking. Itu adalah teknologi-teknologi yang akan dimasuki Qualcomm di samping core business di mobile. Kalau di-combine, totalnya sekitar 150 billion dolar AS (se­kitar Rp 2.000 triliun) di tahun 2020. Jadi potensinya besar sekali,” ucapnya.

Menurut dia, salah satu industri yang dibidik teknologi IoT adalah otomotif di mana kendaraan akan bekerja secara otomatis. Saat ini, Qualcomm telah menyematkan Snapdragon Automotive Platform ke sejumlah merek otomotif ternama, seperti BMW, Honda, dan Nissan. Ke depan, platform tersebut akan ditingkatkan ke level yang lebih spektakuler.

”Ke depan, masuk mobil sudah akan full automatic. Jadi tidak perlu menyetir, tetapi langsung membawa ke tujuan yang kita mau. Kita tak perlu mengecek ke bengkel untuk melakukan servis. Dengan disematkan sebuah chip, mobil akan sendirinya mengingatkan pemilik jika mobilnya harus segera diservis. Setiap saat akan lakukan diagnostic secara otomatis,” tuturnya.

Halaman:

Editor: Asep Budiman


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network