Ekonomi Kreatif Akan Jadi Tulang Punggung Perekonomian Nasional

- 4 Desember 2017, 09:36 WIB
PENGUNJUNG menikmati salah satu menu minuman di kedai kopi di Jalan Raya Gading Tutuka, Desa Cingcin, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu 3 Desember 2017. Pertumbuhan ekonomi kreatif di kawasan Soreang terus menggeliat seiring akan beroperasinya Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja) dengan menjamurnya kedai-kedai kopi dan makanan.*

BANDUNG, (PR).- Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf, mengaku optimistis, ke depan ekonomi kreatif akan menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Salah satu indikatornya adalah kontribusi ekonomi kreatif terhadap total Produk Domestik Bruto (PDB) yang terus menanjak dalam tiga tahun terakhir.

Ia memprediksi, sepanjang tahun ini kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB akan mencapai Rp 1.000 triliun, naik 11,78% dibandingkan realisasi 2016 yang tercatat sebesar Rp 894,6 triliun. Pada 2015 kontribusinya masih berada pada posisi Rp 852 triliun atau sekitar 7,83% PDB.

"Ke depan Indonesia tidak bisa lagi mengandalkan sektor primer, seperti pertambangan, dll. Ekonomi kreatif harus muncul. Ini adalah program pemerintah," katanya, Senin, 4 Desember 2017.

Bukan hanya sumbangan terhadap PDB, kontribusi ekonomi kreatif terhadap serapan tenaga kerja juga terbilang besar dan terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun ini sektor ekonomi kreatif diprediksi mampu menyediakan lapangan pekerjaan bagi 16,4 juta orang angkatan kerja, naik dari realisasi 2016 sebanyak 16,2 juta lapangan perkerjaan.

"Berdasarkan hasil riset gabungan yang dilakukan oleh BPS dan Bekraf pada 2015, sektor ini menyerap 15,9% tenaga kerja dan menyumbangkan ekspor sebesar 19,4 miliar dolar Amerika Serikat (AS)," kata Triawan.

loading...

Ia mengaku optimistis, realisasi kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB dan serapan tenaga kerja sejatinya jauh lebih besar dari angka tersebut. Pasalnya, menurut dia, survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) belum mampu menangkap semua data sektor ekonomi kreatif di lapangan.

Bekraf Festival

Sementara itu, sebagai bentuk laporan kinerja dalam mengembangkan ekonomi kreatif selama 2,5 tahun berdiri, Bekraf akan menggelar Bekraf Festival 2017. Bekerja sama dengan Bandung Creative City Forum (BCCF), kegiatan tersebut akan berlangsung pada 7–10 Desember 2017 di Bandung Creative Hub dan Gudang Penyimpanan PT KAI Cikudapateuh, Bandung. 

Triawan mengaku berharap, festival tersebut akan lebih mendekatkan Bekraf kepada masyarakat dalam fungsinya sebagai fasilitator dan katalisator pembangunan ekonomi kreatif di Indonesia. Targetnya, menurut dia, masyarakat memahami program-program unggulan enam Kedeputian Bekraf yang merupakan jalinan saling terkait dalam membentuk ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia.

"Festival ini akan menjadi pameran terbesar program-program unggulan Bekraf. Akan ada 39 program unggulan pada enam booth Deputi yang ada di arena utama festival, yakni Gudang terbuka Cikudapateuh," tuturnya.

Halaman:

Editor: Ai Rika Rachmawati


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X