OJK Targetkan Pertumbuhan Kredit 2018 Double Digit

- 24 November 2017, 10:19 WIB

JAKARTA, (PR).- Otoritas Jasa Keuangan menargetkan pertumbuhan kredit perbankan mencapai double digit pada tahun 2018. ‎Meskipun mengalami perlambatan pada 2017, OJK optimis pertumbuhan kredit perbankan akan lebih baik tahun depan.

"Perbankan sudah mulai paling lambat kwartal dua tahun depan. Kami sudah hitung, pertumbuhannya akan lebih baik, tapi pengumuman angka pastinya harus dilaporkan dulu ke atasan,"kata‎ Deputi Komisioner Pengaturan dan Pengawasan terintegrasi Imansyah di kantornya, Jumat 24 November 2017.

Selain kredit perbankan, pertumbuhan dana pihak ketiga juga ditargetkan mengalami kenaikan double digit. Pertumbuhan DPK perbankan bulan Oktober sebesar 10,95 persen dibaidngkan periode yang sama tahun lalu. Sementara pertumbuhan DPK perbankan Januari-Oktober 2017 mencapai 10,95 persen.

Berdasarkan data OJK pertumbuhan kredit Januari sampai Oktober 2017 sebesar 4,18 persen atau atau Rp 183 triliun. Sementara pertumbuhan kredit bulan Oktober dibandingkan periode yang sama tahun lalu‎ sebesar 8,18 persen. Sementara rasio non performing loan (NPL) kredit mencapai 2,96 persen pada Oktober 2017.

Menurut Imansyah, perlambatan pertumbuhan kredit‎ dipengaruhi oleh tingginya NPL di 2017. Meskipun demikian, tinggi NPL tersebut mengalami perbaikan pada kuartal 3.‎ 

Dia mengatakan, perlambatan pertumbuhan jredit juga dipengaruhi oleh konsolidasi perbankan. Hal itu dilakukan untuk mengurangi resiko kredit. Berdasarkan data OJK, restrukturisasi kredit pada Oktober 2017 mencapai Rp 267,63 triliun. Sementara hapus buku pada Oktober 2017 mencapai Rp 275,63 triliun.

Selain itu, Imansyah mengatakan, inidkator kinerja sektor riil secara umum belum menunjukkan perbaikan yang solid. Indikator tersebut diantaranya inflasi rendah, penjualan ritel melambat, dan tren penjualan kendaraan bermotor menurun.‎ "Namun pertumbuhan penjualan semen relatif tinggi pada beberapa bulan terakhir,"kata dia.

Pertumbuhan positif

Sementara itu pada 2018, perbaikan ekonomi global dan domestik diprediksi menuju arah positif. Perbaikan pertumbuhan di negara-negara utama semakin solid. Perekonomian Eropa juga menunjukkan perbaikan signifikan.

Selain itu hara komoditas industri diperkirakan akan meningkat terbatas, meskipun harga komoditas pertanian cenderung stabil. Harga minyak mentah diperkirakan akan mengalami peningkatan dari 53 dolar AS per barel‎ menjadi 56 Dolar AS per barel pada 2018.. Hal itu seiring dengan pertumbuhan permintaan di tengah penurunan suplai minyak. Bank Dunia bahkan memproyeksikan harga minyak mentah akan mencapai 70 Dolar AS per barel sampai dengan 2030. Batu bara juga mengalami peningkatan harga sebesar 17 persen pada kuartal 3 tahun 2017.

Halaman:

Editor: Tia Dwitiani Komalasari


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X