Kamis, 20 Februari 2020

BCA Bekali Pengusaha Muda ITB Melalui BCA Library

- 23 November 2017, 00:44 WIB

BANDUNG, (PR).- Rektor ITB Kadarsah Suryadi mengatakan, ada tiga tren yang saat ini sedang terjadi di dunia perguruan tinggi. Beberapa di antaranya adalah demokratisasi akses informasi, meningkatnya kebutuhan keterkaitan antara perguruan tinggi dengan dunia usaha, serta berkurangnya dana pendidikan dari pemerintahan.

Oleh karena itu, kerja sama dengan pelaku bisnis dan usaha dipandang sebagai langkah penting yang perlu dilakukan oleh perguruan tinggi. Hal itu disampaikan Kadarsah Suryadi dalam sambutannya di acara penandatanganan perjanjian kerja sama BCA dengan SBM ITB, Selasa 31 Oktober 2017 di Gedung SBM ITB Bandung, Jawa Barat. 

Melalui kerja sama ini BCA memberikan bantuan pembangunan gedung dan pembinaan perpustakaan yang diberi nama BCA Library kepada SBM ITB. Dalam sambutannya Rektor ITB pun menyampaikan kegembiraannya terkait kerjasama yang dilakukan BCA dengan SBM ITB. 

Perpustakaan merupakan satu bentuk akses informasi dan menurutnya perpustakaan ini adalah jawaban dari tren perguruan tinggi yang tengah bergerak. Kerjasama ini juga disebut mencerminkan kemitraan yang berjalan antara perguruan tinggi dengan industri bisnis dan usaha.

"BCA senang sekali bisa bekerja sama dengan ITB. Kita berharap degan sarana yang lebih baik tentunya menambah semangat daripada mahasiswa untuk lebih betah di kampus, lebih giat belajar, dan juga semakin berprestasi," tutur Alan Sriwulandari, Kepala Kanwil I Jawa Barat BCA. 

Dekan SBM ITB, Sudarso Kaderi Wiryono pun menyambut baik kerjasama ini. Sebagai salah satu bank swasta terbaik di Asia, keberadaan BCA akan membawa SBM ITB ke dalam jaringan bisnis yang telah kokoh di Asia. Khususnya bagi perusahaan rintisan yang dibangun oleh para alumni SBM ITB. 

"Kalau saat mereka kuliah saja mereka sudah dapat informasi, bimbingan dari pengalaman dan network-nya BCA, mereka bisa sharing soal bisnisnya, sehingga mereka tidak harus memulai dari nol sama sekali," tutur Sudarso saat sesi wawancara dengan wartawan. 

Peribahasa "buku adalah jendela dunia" nampaknya masih relevan hingga saat ini. Meskipun diterpa arus informasi elektronik di era digital, membaca buku adalah satu kebiasaan terpuji yang patut dipertahankan. Tak hanya mahasiswa yang mendalami ilmu eksak dan sosial, membaca buku pun penting dilakukan oleh mahasiswa bisnis.***


Editor: Tim Pikiran Rakyat

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X