Resmi, Bunga Harian Pinjol Turun 50 Persen

- 23 Oktober 2021, 06:22 WIB
Ilustrasi pinjaman online
Ilustrasi pinjaman online /Pixabay/mohamed_hassan

PIKIRAN RAKYAT - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memutuskan untuk melakukan pemangkasan sementara batas atas biaya pinjaman peer-to-peer (P2P) lending hingga 50 persen. 

Kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah untuk lebih menggencarkan perang terhadap pinjaman online (pinjol) ilegal.

Selama beberapa waktu terakhir, bunga pembiayaan pinjaman P2P lending maksimal 0,8% per hari, sehingga dalam sebulan mencapai 24 persen, dan dalam setahun bisa menyentuh angka 292 persen. 

Bunga tersebut dinilai terlalu tinggi, sehingga membuka peluang pinjol ilegal untuk memanfaatkan celah.

Baca Juga: Said Aqil Siradj Tertawakan Gus Miftah: Ulama Bukan sih?

"Dengan menurunkan batas atas pinjaman biaya hingga 50 persen menjadi 0,4 persen, menjadi upaya kami agar pinjaman online atau fintech lending resmi yang berizin bisa lebih terjangkau skala ekonomi yang lebih luas. Sehingga masyarakat tidak lagi tergiur penawaran pinjol ilegal," ucap Ketua Umum AFPI Adrian Asharyanto Gunadi, dalam konferensi pers bertema "Sikap AFPI Dukung Pemberantasan Pinjol Ilegal dan Dorong Potensi Industri Pinjaman Digital Indonesia" yang berlangsung secara virtual, Jumat, 22 Oktober 2021.

Kebijakan tersebut akan berlaku satu bulan ke depan, untuk kemudian dilakukan review

Dia berharap, dengan bunga yang semakin rendah, masyarakat tidak lagi melakukan peminjaman ke pinjol ilegal, sehingga membatasi ruang gerak pinjol yang terdaftar di OJK ini.

Baca Juga: Kode Redeem FF 23 Oktober 2021, Segera Tukar dan Mainkan Gamenya Sekarang!

Ketua Cluster Pendanaan Multiguna AFPI Rina Apriana mengatakan, peluang bisnis fintech P2P lending di Indonesia masih menganga sangat lebar. Dari 186 juta individu produktif di Indonesia, ada 132 juta individu yang belum memiliki akses terhadap kredit perbankan. Selain itu, ada 46,6 juta UMKM yang belum memiliki akses kepada kredit.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X