Senin, 17 Februari 2020

Pengusaha Tolak Pembatasan Operasional Logistik di Tol Cikampek

- 17 Agustus 2017, 10:50 WIB

BANDUNG, (PR).- Jasa Marga mengusulkan pembatasan waktu operasional truk angkutan logistik untuk mengatasi kepadatan di jalan tol Cikampek. Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia keberatan dengan rencana tersebut karena akan mengganggu distribusi logistik.

"Kondisi demikian pasti akan mengganggu logistik angkutan barang," ungkap Sekretaris DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia Jawa Barat R Budi Setiawan, Kamis, 17 Agustus 2017.

Dia menyebutkan, kendaraan yang melintasi jalan tol Jakarta-Cikampek sebanyak 82.000 kendaraan per hari. Sementara jumlah truk yang melintas sekitar 20%-30% per hari atau sekitar 24.600 jika 30%.

Dari informasi yang diperolehnya, truk jenis fuso ke atas akan dilarang melintasi jalur tol Bekasi-Cawang antara pukul 6.00-9.00. Menurut Budi, larangan itu akan menjadi masalah jika banyak truk yang masuk Jakarta pagi-pagi, tetapi sampai Bekasi sekitar pukul 6.00.

"Mereka tidak bisa jalan dan akan berhenti di area jalan tol. Padahal, yang pagi-pagi truk biasanya banyak sekali sehingga jika tidak ada kantong parkir akan terjadi antrian truk yang panjang yang akan masuk ke Jakarta karena menunggu sampai jam 9," ujarnya.

Saat ini, Budi menyatakan, pemerintah belum membuat peta jalur logistik di Jawa, khususnya DKI dan Jabar serta sistem logistik multimoda sehingga angkutan multimoda belum berjalan dengan baik. Pemerintah juga telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 2011 tentang Angkutan Multimoda, di mana perusahaan logistik perlu membentuk Badan Usaha Angkutan Multimoda (BUAM), tapi sampai saat ini perusahaan yg terdaftar sebagai BUAM belum banyak masih di bawah 20 perusahaan.

Di lain pihak, pembatasan waktu operasional truk angkutan logistik oleh Jasa Marga yang berkoordinasi dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), dan kepolisian untuk mendistribusikan beban lalu lintas. Pasalnya, terjadi kepadatan jalan tol Jakarta-Cikampek yang disebabkan oleh pembangunan proyek-proyek infrastruktur secara bersamaan.

Bangun posko

Corporate Communication PT Jasa Marga, Dwimawan Heru Santoso, menyatakan, saat ini Jasa Marga melalui anak perusahaan PT Jalanlayang Jakarta Jikampek (JJC) telah membangun posko monitoring kepadatan lalu lintas jalan tol Jakarta-Cikampek di Simpang Susun Cikunir. Posko dapat memonitor kondisi jalan tol terus menerus dan menjadi sentral komunikasi serta mensinkronkan upaya penanganan kepadatan proyek-proyek infrastruktur di jalan tol Jakarta-Cikampek.

Menurut dia, hal ini juga didukung oleh konsultan manajemen konstruksi yang menyelaraskan semua kegiatan proyek di jalan tol Jakarta-Cikampek agar dapat meminimalkan dampak kepadatan. Pembatasan kendaraan pribadi berdasarkan pelat kendaraan ganjil genap merupakan salah satu alternatif solusi kepadatan tol Jakarta-Cikampek, diluar alternatif lain yang telah dikaji sebelumnya seperti pemberian prioritas angkutan umum di jalan tol dengan HOV lane dan rekayasa lalu lintas contraflow.

Halaman:

Editor: Asep Budiman

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X