Sabtu, 22 Februari 2020

Ribuan Truk Tertahan, Sektor Industri Rugi Puluhan Miliar

- 3 Agustus 2017, 10:57 WIB
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Minggu, 9 April 2017 lalu.*

BANDUNG, (PR).- Mogok kerja yang dilakukan ratusan karyawan PT Jakarta International Container Terminal (JICT) mengganggu angkutan logistik ekspor dan impor. Setidaknya, 17.000 truk angkutan yang keluar-masuk Tanjung Priok tertahan dengan kerugian mencapai Rp 40 miliar per hari.

Sekretaris DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Barat R. Budi Setiawan mengatakan, yang pertama terkena dampaknya adalah industri yang melakukan impor bahan bakunya dan memproduksi barang untuk di ekspor. Dampak berikutnya adalah bagi perusahaan truk angkutan barang, khususnya angkutan peti kemas.

"Dengan adanya mogok tersebut, maka perusahaan truk angkutan barang yang menangani angkutan peti kemas ekspor maupun impor juga terkena dampaknya," ujar Budi, Kamis, 3 Agustus 2017.

Selanjutnya, ungkap Budi, yang terdampak adalah perusahaan truk angkutan barang yang memuat hasil industri yang menggunakan bahan baku impor. Jika industri tersebut tidak memproduksi barangnya, perusahaan truk angkutan barang tidak ada muatan untuk dikirimkan dari daerah yang satu ke daerah yang lain.

"Untuk terkait barang impor perusahaan, truk angkutan barang terkena dampak, tetapi tidak langsung. Akan tetapi, hal tersebut menyebabkan kerugian karena tidak beroperasinya truk," ucapnya.

Budi menyebutkan, truk angkutan barang yang keluar-masuk melalui Tanjung Priok rata-rata berkisar 17.000 unit per hari. Jumlah tersebut belum termasuk angkutan truk antarkota yang mengangkut barang hasil industri, baik ke konsumen maupun ke pusat distribusi dari industri tersebut.

"Kerugian yang akan ditanggung oleh truk angkutan barang yang ke arah Tanjung Priok bisa mencapai Rp 30 miliar sampai Rp 40 miliar per hari akibat kehilangan muatan," ujarnya.

Jika pada saat demo terjadi, Budi menegaskan, hampir dipastikan ritase kendaraan akan terganggu karena tertahan tidak dapat melakukan bongkar ataupun muat. Kerugian yang ditanggung jika kendaraan sudah berjalan, tetapi tidak dapat dilakukan bongkar atau muat adalah biaya operasional. Di samping itu, pengemudi juga akan mengalami kerugian dari sisi pendapatan.

Khawatirkan bongkar muat

Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) menyesalkan mogok kerja yang terjadi di Terminal JICT Pelabuhan Tanjung Priok. Peristiwa yang terjadi merupakan permasalahan lama yang harus segera dicarikan solusinya.

Halaman:

Editor: Asep Budiman

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X