Minggu, 7 Juni 2020

Bandung Pasar Potensial Pembiayaan Fintech

- 2 Agustus 2017, 12:04 WIB

BANDUNG, (PR).- Layanan financial technology (fintech) peer to peer lending sangat potensial untuk dikembangkan di wilayah Bandung Raya. Pasalnya, hingga saat ini masih banyak pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di wilayah tersebut yang belum tersentuh layanan perbankan.

"Kendala mereka dalam mengakses kredit perbankan umumnya adalah persoalan agunan," kata Co-Founder dan Chief Operating Officer (COO) Modalku, Iwan Kurniawan, di Hotel Luxton, Jln. Ir. H. Juanda, Bandung, Rabu, 2 Agustus 2017.

Selain itu, menurut dia, ada juga yang mengeluhkan besarnya suku bunga dan proses pengajuan kredit yang membutuhkan waktu lama. Mereka, dinilai Iwan, menjadi pasar potensial bagi layanan fintech peer to peer lending.

"Fintech menawarkan beragam kemudahan yang tidak bisa diberikan perbankan. Selain tanpa agunan dan proses kredit yang cepat, pembiayaan UMKM melalui fintech Modalku juga memiliki suku bunga yang lebih ringan dari perbankan, hanya 8%," tuturnya.

Proses pencairan kredit UMKM di Modalku, menurut dia paling cepat berlangsung dalam satu sampai dua hari dan rata-rata satu sampai dua pekan. Sementara plafond kredit tanpa agunan Modalku bisa diakses sampai dengan Rp 2 miliar dengan tenor maksimal 24 bulan.

"Tenor kredit yang singkat, dalam hitungan bulan, adalah cara fintech meminimalkan risiko. Walaupun tanpa persyaratan agunan, sejauh ini NPL Modalku cukup terjaga, hanya 0,6%, jauh lebih rendah dari rata-rata perbankan," kata Iwan.

Bantu permodalan

Modalku, menurut dia, sudah dipasarkan di Bandung sejak awal tahun. Hingga saat ini Modalku sudah diakses 15 UMKM Bandung dengan total penyaluran pinjaman sebesar Rp 4 miliar. Ia mengaku berharap, Modalku bisa membantu permodalan ribuan UMKM Bandung.

"Hingga saat ini, Modalku sudah menyalurkan pinjaman lebih dari Rp 500 miliar kepada sekitar 650 UKM di Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Khusus untuk Indonesia, Modalku telah menyalurkan lebih dari Rp 230 miliar bagi 400 UMKM," tutur Iwan.

Pemilik ASNH Store yang merupakan pengguna layanan pembiayaan fintech, Ahmad Soheh, mengaku, sangat terbantu dengan keberadaan fintech. Pasalnya, menurut dia, sebagai pelaku usaha online yang masih berusia muda, sulit mendapatkan kepercayaan perbankan.

Halaman:

Editor: Ai Rika Rachmawati


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X