Jelang Ramadan, Permintaan Kue Lebaran Melonjak

- 3 Mei 2017, 08:46 WIB

BANDUNG, (PR).- Kendati di tengah bayang-bayang kenaikan inflasi akibat pencabutan subsidi listrik tahap III, sejumlah pelaku usaha kue kering optimistis menyongsong Lebaran tahun ini. Mereka memprediksi, penjualan kue kering tahun ini akan meningkat signifikan dibandingkan 2016. Direktur Utama J & C Cookies, Jodi Janitra, mengatakan, sejak awal tahun, permintaan kue keringnya sudah mengalami peningkatan sekitar 15% dibandingkan hari biasa. Menurut dia, seperti tahun-tahun sebelumnya, puncak permintaan kue kering akan terjadi pada pekan pertama Ramadan. "Ekonomi cukup optimistis. Terbukti dari terus menanjaknya permintaan kue kering sejak awal tahun. Selain karena gencarnya kami melakukan promosi, hal ini tentu tidak terlepas dari daya beli masyarakat," katanya di Kota Bandung, Rabu 3 Mei 2017. Untuk menghadapi permintaan kue kering Lebaran tahun ini, menurut Jodi, dia menggenjot produksi hingga lebih dari 20 kali lipat. Jika pada hari biasa ia memproduksi sekitar 1.000 toples per minggu, sejak awal tahun ini, jumlahnya melonjak menjadi 4.000 toples per hari. "Untuk momentum Lebaran tahun ini, saya memprediksi, penjualan J & C Cookies dari awal tahun sampai akhir Juni bisa mencapai 450.000 toples berbagai ukuran," katanya, seraya mengatakan bahwa saat ini J & C Cookies sudah tidak berafiliasi dengan merk kue manapun. Saat ini J & C Cookies sudah memiliki 14 distributor di sejumlah daerah. Ia menargetkan, dalam dua tahun ke depan, jumlah distributor akan melonjak hingga maksimal 143 unit. Setelah itu, menurut Jodi, dia akan fokus menggarap pasar ekspor. Peningkatan pesanan jelang Ramadan juga sudah dirasakan pelaku usaha kue kering berskala rumahan, Mimume Cookies. Kepala Bagian Pemasaran Mimume Cookies, Sanye Lisnely mengatakan, seperti tahun-tahun sebelumnya, pesanan kue kering Lebaran mulai berdatangan satu bulan sebelum Ramadan. "Kalau yang buat dijual lagi biasanya sudah mulai pesan untuk stok dari sebelum Ramadan. Kalau untuk konsumsi sendiri, biasanya baru pesan setelah memasuki Ramadan. Kami kan sistemnya produksi kue kering sesuai pesanan. Kami tidak membuat stok," katanya. Kue-kue tersebut, menurut dia, biasanya didistribusikan dua pekan sebelum Lebaran dan maksimal lima hari sebelum Lebaran. Selain di wilayah Bandung, sebagian produk Mimume juga sudah dipasarkan di Pangandaran. "Kami masih skala rumahan. Jika dibandingkan tahun lalu, pesanan kue kering untuk Lebaran tahun ini sudah naik sekitar 20%," ujar Sanye. Kondisi itu membuat ia optimiatis jika penjualan kue keringnya tahun ini akan mengalami pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun lalu. Hal itu, menurut dia, tidak terlepas dari pergeseran gaya hidup masyarakat yang semakin menyukai kepraktisan dalam merayakan Lebaran.***

Editor: Ai Rika Rachmawati


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X