Rabu, 1 April 2020

Naik 12,1%, Laba Bersih BCA Jadi Rp 9,6 Triliun

- 21 Juli 2016, 03:06 WIB

JAKARTA, (PR).- PT Bank Central Asia Tbk (BCA) pada semester I/2016 mencatat laba bersih Rp 9,6 triliun. Angka ini naik 12,1 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya yang Rp 8,5 triliun. Sementara, pendapatan operasional terdiri dari pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lain naik 15,5 persen dari Rp 22,6 triliun menjadi Rp 26,1 triliun. Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengungkapkan hal itu dalam paparan kinerja, di Jakarta, Rabu 20 Juli 2016. Sementara itu, penyaluran kredit tercatat positif, yakni sebesar Rp 387 triliun. Capaian ini meningkat 11,5 persen secara tahunan dibandingkan Rp 347,1 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh penyaluran kredit korporasi yang tumbuh 19,6 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp 135,4 triliun. Adapun kredit komersial dan UKM dilaporkan meningkat 6,5 persen (yoy) menjadi Rp 146,5 triliun. Sementara itu, kredit konsumer tercatat tumbuh 9,1 persen (yoy) menjadi Rp 105,2 triliun. "Portofolio kredit pemilikan rumah dan kredit kendaraan bermotor masing-masing naik 8,5 persen (yoy) menjadi Rp 61,7 triliun dan 11,4 persen (yoy) menjadi Rp 34 triliun. Outstanding kartu kredit mencapai Rp 9,5 triliun, meningkat 5,5 persen (yoy)," ujar Jahja. Adapun rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) BCA pada semester I 2016 dilaporkan meningkat menjadi 1,4 persen pada akhir Juni 2016. Angka itu meningkat dibandingkan 1,2 persen pada kuartal I 2016 dan 0,7 persen pada akhir Juni 2015. Jahja menyebut, peningkatan NPL tersebut sejalan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun demikian, rasio NPL tersebut masih dalam tingkat yang dapat ditoleransi. Pada semester I 2016, BCA membentuk cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sebesar Rp 2 triliun untuk mempertahankan kecukupan kerugian penurunan nilai aset keuangan. Per Juni 2016, rasio cadangan terhadap total kredit bermasalah tercatat sebesar 193 persen. "BCA berhasil mencapai hasil kinerja positif melalui penyaluran kredit secara hati-hati dan pengelolaan aktif dana pihak ketiga," ujar Jahja. Jahja mengatakan, BCA masih unggul di bidang transaksi perbankan yang tercermin dari pertumbuhan saldo rekening transaksi yakni rekening giro dan tabungan menjelang hari raya Idul Fitri. Hasilnya, dana pihak ketiga meningkat 7,8 persen (yoy) menjadi Rp 490 triliun, "ini ditopang oleh pertumbuhan rekening giro dan tabungan (CASA). Dana CASA tumbuh 10,2 persen (yoy) mencapai Rp 381,3 triliun, berkontribusi sebesar 77,7 persen terhadap total dana pihak ketiga BCA pada akhir Juni 2016," jelas Jahja. Sementara, dana tabungan BCA naik 12,6 persen menjadi Rp260,9 triliun lalu dana giro naik sebesar 5,4 persen menjadi Rp 120,4 triliun. Selain itu, dana deposito relatif stabil sebesar Rp 109,3 triliun. "Pertumbuhan CASA yang solid serta pengurangan biaya dana telah memungkinkan BCA untuk mempertahankan marjin bunga bersih di level yang sehat meskipun telah dilakukan penurunan suku bunga di berbagai segmen kredit," ujarnya.***


Editor: Satrio Widianto

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X