Jabar Kebablasan, Perlu Transformasi Agar Pertanian Tak Kian Rusak

- 7 September 2021, 08:30 WIB
Petani memanen rumput laut di Desa Sedari, Cibuaya, Karawang, Jawa Barat, Minggu 5 September 2021.
Petani memanen rumput laut di Desa Sedari, Cibuaya, Karawang, Jawa Barat, Minggu 5 September 2021. /Antara/Muhamad Ibnu Chazar

PIKIRAN RAKYAT - Ekonom Senior Institute for Development of Economic and Finance (Indef), Faisal Basri, menilai, Jawa Barat telah menjadi provinsi industri yang kebablasan. Oleh karena itu, Jawa Barat perlu bertransformasi agar sektor pertanian tidak semakin rusak.

Faisal menyebutkan, saat ini sumbangan sektor pertanian Jabar untuk nasional terus merosot, tinggal 9 persen.

"Jabar sudah menjadi provinsi industri yang kebablasan. Kontribusi industrinya di atas 40 persen, jauh di atas angka nasional yang sekitar 19 persen," katanya dalam Webinar Tantangan dan Peluang Pertanian Berkelanjutan di Jawa Barat ke Depan, Senin 6 September 2021.

Secara nasional pun, menurut dia, kontribusi pertanian terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) terus me nurun, tinggal 13,7 persen.

Baca Juga: Dicap Tak Tahu Malu, Gus Miftah Beri 'Tamparan' Keras ke Saipul Jamil: Bangga dengan Dosa

Meski demikian, dia menilai penurunan kontribusi pertanian di Jawa Barat jauh lebih besar.

"Alih fungsi lahan di wilayah pantura Jabar sangat besar. Bahkan, sudah membuat kondisi alam Jabar semakin rentan," tuturnya.

Di sisi lain, menurut Faisal, lembaga keuangan petani juga belum hadir sepenuh nya bagi sektor pertanian. Pembiayaan sebagian besar sektor pertanian Jabar masih dikuasai rentenir.

"Diperlukan political will dari pemerintah dan keberpi hakan sektor perbankan terhadap pertanian. Jabar harus berbenah," tuturnya.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X