Dilema Pakai Jasa Bank, Biaya Admin Mengadang

- 1 September 2021, 14:50 WIB
Ilustrasi rupiah.
Ilustrasi rupiah. /Pixabay/Mohamad Trilaksono

PIKIRAN RAKYAT - Bank masih menjadi lembaga resmi yang terpercaya untuk menabung atau menyimpan uang. Sayangnya, segala biaya administrasi yang dibebankan ke nasabah cukup membuat berat. Dengan penambahan bunga yang minim, beban biaya administrasi itu membuat saldo menyusut.

Salah seorang nasabah, Putri (28) misalnya,sebal dengan biaya administrasi setiap bulan dan biaya tambahan saat harus trans fer berbeda bank. Padahal, tujuan Putri menyimpan uang di bank itu untuk menabung. Faktanya, biaya administrasi justru membuat saldo rekening di bank malah dipotong terus.

”Yang paling terasa itu kalau trans fer beda bank. Kalau cuma sekali sih enggak terasa ya Rp6.500. Kalau 10 kali kan lumayan! Untuk menyiasatinya kalau mau transfer saya pasti tanya banknya sama enggak? Kalau enggak, saya bisa sampai nebeng teman yang rekeningnya sama biar enggak kena administrasi,” ujar Putri.

Putri mengatakan, saat ini, selain menabung di bank, ia juga menyimpan uang di rumah. Dalam sehari, dia biasanya menaruh Rp20.000.

Baca Juga: Viral Curhat Wanita yang Rumahnya Kebakaran, Uang Tabungan Biaya Nikah Terbakar

”Ini sifatnya tabungan yang enggak bisa diganggu karena enggak ada kartu ATM dan enggak ada biaya adminnya,” ujar Putri.

Hal senada dikatakan Gita (40) yang keberatan dengan biaya administrasi bank. Sebagai nasabah, apalagi kalau loyal, kata Gita, seharusnya mendapat fasilitas dari bank. Salah satunya membebaskan biaya administrasi.

”Sekarang dengan adanya dompet digital jadi banyak pilihan. Walaupun tetap me nyimpan uang di bank, tapi kebanyakan transaksi dilaku kan dengan dompet digital. Apalagi kalau harus transaksi beda bank, dompet digital sa ngat memudahkan,” ucap Gita.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, tabungan baik dari sisi jumlah rekening maupun dana yang terhimpun, terus menunjukkan peningkatan.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X