Minggu, 7 Juni 2020

Koperasi Sauyunan Buka Kantor Unit di Conggeang

- 3 November 2015, 10:46 WIB
KANTOR Unit Koperasi Sauyunan Jawa Barat Babakan Asem di Desa Babakan Asem Kec. Conggeang, Selasa (3/11/2015), sebagai upaya pengembangan program kredit retail bagi pelaku usaha mikro dan kecil di pedesaan.*

SUMEDANG, (PRLM).- Koperasi Sauyunan Jawa Barat (KSJB) menjadikan masyarakat pelaku usaha mikro dan kecil di pedesaan sebagai salah satu fokus pemberian pinjaman modal usaha. Meski potensi usaha masyarakat pedesaan cukup besar, selama ini terkendala akses permodalan. Oleh karena itu, dengan mempermudah akses permodalannya diharapkan dapat meningkatkan perekonomian pedesaan. Hal itu dikatakan Ketua Koperasi Sauyunan Jawa Barat H Syafik Umar ketika meresmikan Kantor Unit KSJB Babakan Asem di Desa Babakan Asem, Kecamatan Conggeang, Selasa (3/11/2015). Hadir, Sekretaris KSJB H Irwan Natsir dan penanggungjawab Kantor Unit KSJB Babakan Asem Osep Ajat Wiharna. Menurut Syafik Umar, potensi usaha di pedesaan cukup tinggi. Namun, persoalan yang sering dihadapi yakni sulitnya akses permodalan. Oleh karena itu, KSJB memberikan perhatian khusus kepada pelaku usaha mikro dan kecil di pedesaan dengan membantu permodalannya. Perhatian KSJB tersebut, disambut gembira oleh para pelaku usaha mikro dan kecil. “Ternyata tingkat pengembalian pinjaman pelaku usaha mikro dan kecil di masyarakat pedesaan cukup bagus,” ujarnya. Sejak awal tahun 2015, kata dia, Koperasi Sauyunan meluncurkan program kredit retail khusus untuk pelaku usaha mikro dan kecil. Program tersebut dikembangkan di sejumlah desa di Kabupaten Sumedang, seperti halnya Desa Babakan Asem Kecamatan Conggeang. Sejak diluncurkan hingga akhir Oktober 2015, ternyata program kredit retail berjalan baik. “Alhamdulillah dana yang bergulir di desa Babakan Asem dan sekitarnya lebih dari Rp 1,5 miliar. Tingkat pengembaliannya, berjalan lancar dan baik,” katanya. Lebih jauh Syafik Umar menjelaskan, melihat bagusnya tingkat perguliran di Desa Babakan Asem, Koperasi Sauyunan membuka kantor unit. Hal itu bertujuan agar tingkat pelayanan kepada pelaku usaha dan mikro lebih bagus lagi. Selain itu, untuk mempermudah dalam memperoleh pinjaman modal usaha. Saat ini, telah tercatat lebih dari 350 pelaku usaha mikro dan kecil di Desa Babakan Asem yang mendapatkan pinjaman modal, mulai dari Rp 2 juta sampai Rp 10 juta. “Sebagian besar pelaku usaha mikro dan kecil bergerak di pertanian, perdagangan serta peternakan,” tuturnya.(Adang Jukardi/A-89)***

Editor: Adang Jukardi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X