Kemandirian Industri Pertahanan Serius Diwujudkan, Prabowo: Perlu Rencana Strategis Jangka Panjang

- 12 Agustus 2021, 15:25 WIB
Ilustrasi alutsista.
Ilustrasi alutsista. /Pixabay/cianna woods

PIKIRAN RAKYAT - Kemandirian industri pertahanan guna memperkuat alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam) terus digencarkan, baik oleh industri maupun pemerintah. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menegaskan, hal itu perlu rencana strategis jangka panjang. 

Demikian keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis 12 Agustus 2021.

Keseriusan itu, setidaknya terlihat dari ada sekitar tujuh produk buatan dalam negeri yang sudah pernah ekspor dan memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Ditambah nilai Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) minimal 40 persen, menurut catatan Kementerian Perindustrian.

Tujuh produk tersebut di antaranya, senapan mesin kaliber 5,56-7,62 mm buatan PT Pindad, senapan petembak runduk kaliber 7,62 mm-388 inch buatan PT Pindad, senapan antiriot kaliber 38 mm buatan PT Pindad, pelontar mortir kaliber 60-81 mm buatan PT Pindad, rantis MV2 4x4 buatan PT Pindad, Bom militer buatan PT Dahana, KRI Kerambit buatan PT PAL.

 Baca Juga: Anggota TNI Merangsek Selamatkan Tukang Parkir dari Hujanan Bogem Mentah, Reaksi Para Pengeroyok Tak Terduga

Baru-baru ini, industri pertahanan nasional melahirkan kapal perang jenis kapal patroli cepat 40 meter untuk TNI Angkatan Laut. Kapal perang yang dimaksud adalah KRI Pollux-935 yang dibuat PT Karimun Anugerah Sejati (KAS), yang telah melalui tahapan penamaan,  pengiriman, dan peresmian yang dilakukan di galangan PT KAS, Batam, Kepulauan Riau,  Kamis 5 Agustus 2021.

Untuk mendukung pertumbuhan industri pertahanan, pemerintah telah menyusun berbagai strategi. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat memimpin rapat pleno Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Tahun 2021 pada Mei lalu mengatakan, dalam setiap pengadaan alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpalhankam) dari luar negeri harus mensyaratkan memuat imbal dagang, kandungan lokal, offset dan transfer teknologi.

“Untuk menuju kemandirian juga diperlukan penguasaan teknologi, untuk itu perlunya peran serta semua pihak terutama pendidikan tinggi dan para ahli-ahli di bidang elektronik,” kata Prabowo.

 Baca Juga: Pengamat UI Soroti Rutan dan Lapas yang Masih Jadi Tempat Bisnis Narkotika

Prabowo juga menilai perlunya suatu rencana strategis (renstra) jangka panjang. Hal itu diperlukan agar menjadi rujukan untuk untuk menuju kemandian di bidang industri pertahanan. 

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X