Sepanjang 2020, Ekonomi Indonesia Terkontraksi Minus 2,07 Persen

- 6 Februari 2021, 17:00 WIB
Ilustrasi  Aktivitas bongkar-muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta./
Ilustrasi Aktivitas bongkar-muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta./ /Antara Foto/Akbar N Gumay.

PIKIRAN RAKYAT - Pandemi Covid-19 atau virus corona telah melanda Indonesia selama hampir satu tahun.

Covid-19 yang masih merebak hingga saat ini telah mengubah pola kehidupan manusia.

Virus yang diduga pertama kali ditemukan di China pada 2019 silam ini juga telah memporak-porandakan perekonomian dunia, termasuk Indonesia.

Baca Juga: Masuk dalam Program PEN, Kemenkeu Perpanjang Pembebasan Pajak untuk Karyawan hingga Juni 2021

Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) sebagaimana dikutip oleh Pikiran-Rakyat.com dari Anadolu Agency, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2020 mengalami kontraksi minus 2,07 persen.

Menurut Kepala BPS Suhariyanto, kontraksi ekonomi menjadi minus pada tahun 2020 merupakan dampak dari pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia.

Secara tahunan, ekonomi Indonesia mengalami minus 2,19 persen pada kuartal ke-4 2020 yang menunjukkan negara masih dalam zona resesi.

Baca Juga: BMKG: Waspada Potensi Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang di Wilayah Jawa Barat

Sedangkan secara kuartalan, ekonomi Indonesia mengalami minus 0,42 persen.

Dengan demikian selama tiga kuartal sejak kuartal ke-2, berturut-turut ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan di bawah nol, masing-masing minus 5,32 persen (kuartal ke-2), minus 3,49 persen (kuartal ke-3), dan 2,19 persen (kuartal ke-4).

Halaman:

Editor: Billy Mulya Putra

Sumber: Anadolu Agency

Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network