Pikiran Rakyat
USD Jual 14.037,00 Beli 14.135,00 | Berawan, 20.8 ° C

Platfrom Digital Mudahkan Masyarakat

Yulistyne Kasumaningrum
ILUSTRASI.*/CANVA
ILUSTRASI.*/CANVA

BANDUNG, (PR).- Teknologi digital diyakini akan mampu mengoptimalkan baik penghimpunan maupun penyaluran zakat atau filantropi Islam lainnya. Salah satunya Lembaga filantropi Dompet Dhuafa yang membidik kenaikan jumlah muzakki (donatur) dan mustahik (penerima manfaat) hingga tiga kali lipat pada 2020 melalui platform digital.

Chief Communication Officer (CCO) Dompet Dhuafa Guntur Subagja mengatakan digital telah menjadi gaya hidup masyarakat masa kini, khususnya generasi milenial. Sehingga pihaknya pun merespon perubahan yang terjadi dengan melakukan berbagai pengembangan digital. Salah satunya dengan menghadirkan aplikasi MUMU yang merupakan singkatan dari Membangun Ummat Menguatkan Ukhuwah. Aplikasi ini memungkinkan Wakif, Muzakki, Mustahik, maupun Munfiq bertemu dalam satu ekosistem digital.

Mengutip data dari Asosiasi Pengguna Jasa Internet (APJI), Guntur mengatakan, dari 171 juta pengguna internet di Indonesia sekitar 16,3% atau setara dengan 27,9 juta orang menggunakannya untuk mencari hal-hal yang berkaitan dengan organisasi amal (charity). Dari jumlah tersebut sebagian merupakan kalangan milenial yang membutuhkan saluran untuk menyalurkan donasinya melalui kanal digital.

“Platform ini diharapkan mampu menjembatani masyarakat untuk menyalurkan charity. Melalui platform ini semakin banyak masyarakat yang tertarik membantu dan beramal kepada sesama,” katanya.

Dipaparkan donasi yang dihimpun DD, baik zakat, infaq, shadaqoh, CSR perusahaan, maupun aktivitas sosial lainnya, berkisar Rp 300-400 miliar per tahun. Jumlah donatur mencapai 300.000 sedangkan jumlah penerima manfaat sekitar 2,1 juta orang per tahun. Adapun kontribusi dari platform digital diangka 10%.

“Pada 2020 kami menargetkan bisa naik 3 kali lipat. Donatur menjadi sekitar 1 juta orang sementara donasi mencapai Rp 1 triliun,” ujarnya.

ILUSTRASI.*/CANVA

Direktur Utama DD Tekno Iskandar Syamsi menambahkan titik berat pengembangan digital pihaknya tidak hanya pada penghimpunan. Tetapi lebih jauh bagaimana hal tersebut mampu meningkatkan dari sisi manfaat, mengurangi kemiskinan.

“Dengan teknologi diharapkan pendistribusian menjadi lebih tepat waktu dan tepat guna,” kata Iskandar.

Di sisi lain dengan teknologi digital, lanjutnya, penerima manfaat juga menjadi dimudahkan dalam menerima dan memanfaatkan dana yang disalurkan. Pasalnya, tidak sedikit penerima manfaat yang berada didaerah yang sulit akses transportasi maupun infrastruktur layanan keuangannya.

“Platform ini bagian dari peran kami untuk mendukung inklusi finansial masyarakat, terutama dhuafa,” ujarnya.***

Bagikan: