Pikiran Rakyat
USD Jual 14.004,00 Beli 14.102,00 | Berawan, 26.8 ° C

Pasar Properti Bandung Kian Laris Manis

Ai Rika Rachmawati
APARTEMEN di Ciumbuleuit, Kota Bandung.*/ADE BAYU INDRA/PR
APARTEMEN di Ciumbuleuit, Kota Bandung.*/ADE BAYU INDRA/PR

BANDUNG, (PR).- Bandung menjadi salah satu pasar properti terbesar di Indonesia. Kondisi itu menempatkan Bandung sebagai bidikan utama para pelaku usaha di sektor properti nasional, baik pengembang maupun agen perumahan.

Business Development Manager PropertyPRO, Timotius Prawirahalim, mengatakan, Bandung merupakan wilayah yang tidak pernah luput dari radar pencarian properti. Menurut dia, permintaan properti di Bandung terus meningkat dari tahun ke tahun.

"Karena keterbatasan lahan, saat ini pengembang properti di Bandung tidak lagi hanya fokus membangun di pusat kota," ujarnya, pada peresmian Kantor Cabang Bandung PropertyPro, di Point Lab, Graha Pos Bandung, Jln. Banda, Bandung, Selasa, 5 November 2019.

Sejumlah pengembang properti ternama mulai membangun cluster perumahan modern di wilayah pinggiran Kota Bandung. Bukan hanya membidik segmen pasar end user, mereka juga membidik pasar investasi.

"Label Bandung sebagai kawasan pendidikan dan kawasan wisata terwahid menjadi selling point utama bagi properti Kota Bandung," ujar Timotius.

Apalagi, menurut dia, dengan dukungan beragam pengembangan infrastruktur transportasi, seperti proyek kereta cepat Jakarta-Bandung hingga pembangunan jalan tol Jakarta-Cikampek elevated. Ia memprediksi, ke depan pasar properti Bandung akan semakin menjanjikan.

"Kondisi inilah yang membuat properti di Bandung, walaupun dibangun di wilayah pinggiran, tetap laris manis diburu konsumen," tuturnya.

Kendati populasi milenial di Bandung terus meningkat, namun menurut dia, rumah tapak masih menjadi favorit pilihan masyarakat Kota Kembang. Umumnya konsumen mencari rumah tapak dengan harga di bawah Rp 1 miliar.

Milenial

Kian besarnya populasi pasar milenial, menurut dia, membuat cara pencarian properti juga mengalami pergeseran. Konsumen milenial umumnya menggunakan bantuan teknologi informasi (TI), termasuk aplikasi, untuk mencari rumah yang diidamkan.

"Teknologi berbasis aplikasi menjadi salah satu pilihan milenial karena keunggulannya dalam memberikan detail informasi mengenai produk dan harga lebih dari dari satu pilihan lokasi serta pengembang," tuturnya.

Bukan hanya konsumen, menurut dia, semakin masifnya disrupsi digital juga menuntut agen properti untuk semakin melek teknologi. Kebutuhan mereka akan aplikasi berbasis digital juga semakin meningkat.

"PropertyPRO adalah aplikasi itu dibuat untuk para member berjualan. Dengan kata lain, aplikasi ini bukan diperuntukkan bagi konsumen yang akan membeli properti," katanya. 

Di dalam aplikasi tersebut, menurut dia, terdapat fitur sharing yang akan memberikan informasi dan konten penjualan terkait properti yang dipasarkan. Fitur sharing tersebut akan memberikan kecepatan informasi tentang obyek properti yang dijual. 

"Itu berlaku untuk para mitra dan konsumen end user. Artinya, percepatan penjualan bisa terjadi,” ujarnya.***

Bagikan: