Pikiran Rakyat
USD Jual 14.004,00 Beli 14.102,00 | Berawan, 28.7 ° C

Rusia-Kamboja Gabung Forum Zakat Dunia

Yulistyne Kasumaningrum
DUA negara, yakni Rusia dan Kamboja menyatakan diri bergabung dengan World Zakat Forum (WZF).*/YULISTYNE KASUMANINGRUM/PR
DUA negara, yakni Rusia dan Kamboja menyatakan diri bergabung dengan World Zakat Forum (WZF).*/YULISTYNE KASUMANINGRUM/PR

BANDUNG, (PR).- Dua negara, yakni Rusia dan Kamboja menyatakan diri bergabung dengan World Zakat Forum (WZF). Bergabungnya dua negara tersebut menambah jumlah negara anggota dari wadah para praktisi zakat, akademisi zakat dan pihak-pihak lain yang memiliki perhatian terhadap pengelolalaan zakat di dunia.

Didirikan pada 30 September 2010, Hingga saat ini, WZF memiliki 33 negara anggota yaitu Indonesia, Malaysia, Qatar, Kuwait, Turki, Bahrain, Yordania, Sudan, dan Arab Saudi, Afrika Selatan, Australia, Amerika Serikat, Bangladesh, Benin, Bosnia-Herzegovina, Brunei Darussalam, Ghana, India, Inggris, Kazakhstan, Liberia, Maladewa, Mesir, Maroko, Nigeria, Pakistan, Senegal, Sierra Leon, Singapura, Srilanka, Togo, Uganda, dan Vietnam.

Sekretaris Jenderal WZF Bambang Soedibyo mengatakan bergabungnya kedua negara tersebut seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk muslim di negara tersebut. Saat ini di Rusia dari sekitar 80 juta penduduknya sekitar 10% merupakan seorang muslim. Angka tersebut menurut dia cukup besar. Sementara di Kamboja sendiri, sekitar 5% penduduknya merupakan seorang muslim.

“Jangan dianggap remeh saat ini penduduk Rusia dan Kamboja menikmati kebebasan beragama. Bahkan, di kedua negara itupun terdapat lembaga khusus pengelola zakat. Di Kamboja ada menteri urusan Islam. Artinya perhatian pemerintahnya sangat baik," katanya saat kegiataan WZF 2019, di Bandung, Selasa, 5 November 2019.

Sementara itu Wakil Presideng RI KH Ma’ruf Amin yang setelah membuka kegiatan melakukan dialog dengan Menetri Agama Kamboja mengatakan pertemuan tersebut adalah untuk mempererat hubungan yang ada. Pemerintah di negara tersebut pun memberikan perhatian yang besar bagi penduduk muslim sehingga tidak sedikit ada yang telah menjadi menteri, wakil menteri, serta anggota parlemen di Kamboja.

“Hanya memang perlu adanya semacam bantuan-bantuan, terutama mereka menginginkan mengirimkan mahasiswanya ke Indonesia, kemudian juga bantuan untuk sarana ibadah, madrasah. Indonesia biasa membantu dimana-mana,  apa yang bisa kita bantu pasti kita akan bantu. Misalnya mendirikan rumah sakit, Rohingya juga membantu, maka di Kamboja juga kita akan membantu dengan kerjasama perdagangan maupun pembangunan dan infrastruktur disana,” katanya.

Ketua Badan Zakat Bosnis Herzegovina El Nur Salchovic mengatakan saat ini masih begitu banyak penduduk di dunia yang hidup dalam kemiskinan, malnustrisi, sulit mendapatkan akses bersih, dan sejumlah persoalan lainnya. Kondisi tersebut tentunya harus menjadi perhatian bersama. Salah
satunya dengan mengotimalkan zakat.

“Zakat adalah karunia dari Allah untuk membuat socio economic equilibrium. Yang lebih equal, lebih adil,” katanya.***

Tags
Bagikan: