Pikiran Rakyat
USD Jual 14.004,00 Beli 14.102,00 | Sebagian cerah, 25 ° C

Penyaluran Pinjaman Fintech Tumbuh Signifikan

Yulistyne Kasumaningrum
Fintech.*/DOK. PR
Fintech.*/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Penyaluran pinjaman melalui fintech p2p lending terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Dai antaranya dicatatkan Akseleran yang hingga Oktober 2019 telah menyalurkan pinjaman senilai Rp 600 miliar atau tumbuh 319% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Christopher Gultom, Chief Credit Officer & Co-Founder Akseleran mengatakan dari jumlah tersebut produk invoice financing dan pre-invoice financing masih memberikan kontribusi terbesar dengan lebih dari 85% dari total pinjaman yang sudah disalurkan. Sementara untuk sektor UKM sendiri, pada Oktober pihaknya menyalurkan total pinjaman usaha sebesar Rp71 miliar kepada 64 UKM kelas menengah di Indonesia.

“Secara kumulatif Akseleran sudah menyalurkan total pinjaman usaha hampir sebesar Rp800 miliar dan tetap on the right track untuk mencapai target di akhir tahun ini hingga sebesar Rp1 triliun. Selain itu, kami pun terus menjaga kualitas aset agar tingkat NPL dapat tetap di kisaran 1% dari total penyaluran di akhir tahun 2019,” ujar Christo, Senin, 4 November 2019.

Dari sisi sektor usaha, Christo mengatakan setidaknya ada tiga sektor UKM menengah yang sudah memperoleh akses pinjaman usaha dari Akseleran sepanjang Oktober 2019. Ketiga sektor tersebut yakni engineering atau construction (41%), coal & related energy (15%), dan business & consumer services (10%).

“Kami optimistis dapat terus tumbuh dan tetap berfokus kepada pinjaman usaha berbasiskan produk invoice financing dan pre-invoice financing ke depannya. Dan tidak hanya berkutat di DKI Jakarta saja karena hingga Oktober 2019 terdapat Top 10 Provinsi untuk yang sudah memperoleh pinjaman usaha dari Akseleran, antara lain Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Yogyakarta, Bali, Sumatera Selatan, dan Maluku,” katanya. 

Di sisi lain, Christo memaparkan, untuk total nilai investasi dari para pemberi dana pinjaman Akseleran mencapai Rp70 miliar pada Oktober 2019. Jumlah tersebut naik 41% dibandingkan realisasi nilai investasi pada September 2019.

“Selain Pulau Jawa, provinsi lainnya terus meningkat, yakni Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Bali, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Sumatera Barat, dan Jambi. Saat ini, kontribusi terbesar untuk pemberi dana pinjaman Akseleran masih berasal dari retail sebesar 90% dan sisanya adalah dari institusional,” ujarnya.***

 

Bagikan: