Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Sedikit awan, 23.1 ° C

Erick Thohir Minta BUMN Sinergi Kawal Kereta Cepat

Tia Dwitiani Komalasari
FOTO udara kebakaran pipa minyak milik PT Pertamina di Melong, Cimahi, Jawa Barat, Selasa, 22 Oktober 2019. PT Pertamina masih melakukan investigasi terkait kebakaran pipa milik pertamina itu yang letaknya berdekatan dengan proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Jakarta-Bandung.*/ANTARA
FOTO udara kebakaran pipa minyak milik PT Pertamina di Melong, Cimahi, Jawa Barat, Selasa, 22 Oktober 2019. PT Pertamina masih melakukan investigasi terkait kebakaran pipa milik pertamina itu yang letaknya berdekatan dengan proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Jakarta-Bandung.*/ANTARA

JAKARTA,  (PR). - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memanggil sejumlah direksi BUMN untuk bersinergi mengawal pembangunan kereta cepat Jakarta - Bandung. Erick meminta agar penyelesaian proyek kereta cepat tidak mundur dari target yang ditentukan pada 2021.

Direksi yang dipanggil tersebut adalah Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Edi Sukmoro, Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati, dan Plt Direktur Utama PT PLN (Persero) Sripeni Inten Cahyani. Edi mengatakan, pertemuan itu dilakukan untuk membahas progress pembangunan kereta cepat. 

"Poinnya beliau meminta supaya semua yang memang sudah dipersiapkan itu tidak lagi terjadi kemunduran. Targetnya rampung 2021," kata Edi setelah pertemuan di Jakarta,  Senin, 4 November 2019.

Dia mengatakan, pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung menunjukan progresa yang baik. Sisa lahan yang belum dibebaskan tinggal 1 persen. Sementara pembangunan proyek telah mencapai 30 persen.

"Kami bersinergi dengan BUMN lain untuk mempercepat pembangunan kereta cepat. Termasuk menyelesaikan kendala yang masih ganjel sedikit," tutur dia. 

Salah satu kendala tersebut diantaranya adanya sutet PLN di jalur kereta cepat. Rencananya sutet tersebut akan dipindahkan. "Sutet hanya bergeser beberapa meter dari situ. PLN sudah oke," kata dia. 

Meskipun demikian,  Edi mengatakan pertemuan tersebut tidak membahas mengenai pipa Pertamina. Sementara Dirut Pertamina,  Nicke Widyawati,  menolak berkomentar setelah rapat selesai. 

Sebelumnya pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung diwarnai insiden kebakaran pipa penyalur BBM jenis Pertamina Dex di pinggir ruas jalan tol Purbaleunyi, Km 130 Cimahi, Jumat, 22 Oktober lalu.. Insiden terjadi pada Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) untuk konstruksi elevated_yang dikerjakan oleh kontraktor KCJB. 

Meskipin demikian,  KCJB memastikan jika pembangunan proyek tersebut tidak akan terganggu.  "Kami mohon maaf pada PT Pertamina dan masyarakat atas insiden yang terjadi. Kami berupaya meulihkan kejadian dan memastikan kondisi lapangan tidak terganggu, " tutur Direktur Utama PT KCIC Chandra Dwiputra di Jakarta,  Rabu, 23 Oktober 2019.****

 

Bagikan: