Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 31 ° C

Ekspor Kopi Jabar Berpeluang Meningkat

Yulistyne Kasumaningrum
KOPI di gelaran West Java Specialty Coffee (WJSC) 2019 di Trans Studi Mall, Bandung, Jumat, 1 November 2019.*/YULISTYNE KASUMANINGRUM/PR
KOPI di gelaran West Java Specialty Coffee (WJSC) 2019 di Trans Studi Mall, Bandung, Jumat, 1 November 2019.*/YULISTYNE KASUMANINGRUM/PR

BANDUNG, (PR).- Ekspor komoditas kopi Indonesia, khususnya Jawa Barat masih sangat berpeluang untuk ditingkatkan. Saat ini dari sekitar 600-700 ton kopi yang dihasilkan baru sekitar 50-60% kopi yang diekspor. Padahal, dari sisi kualitas, kopi yang dihasilkan petani tanah air sangat baik dan telah diakui di level dunia.

Ketua Dewan Kopi Nasional Anton Apriyantono mengatakan, secara historis kopi Jabar telah terkenal sejak lama dengan nama Preanger. Bahkan, jika di dunia telah dikenal kopi Java maka sebetulnya merupakan kopi asal Jabar.

Sehingga, sangat memungkinkan bagi Jabar untuk mengembalikan kejayaan komoditas kopinya. Apalagi sejak beberapa tahun lalu, sejak era gubernur Ahmad Heryawan, telah cukup banyak bibit kopi yang disebar untuk ditanam.

“Mulai tahun ini akan terlihat hasilnya, mulai panen. Upaya yang dilakukan untuk mengembalikan dan mengembangkan lebih lanjut kopi Jabar ini sangat bagus, termasuk untuk mendukung ekspor ke banyak negara,” katanya yang ditemui disela Pembukaan West Java Specialty Coffee (WJSC) 2019 di Trans Studi Mall, Bandung, Jumat, 1 November 2019.

West Java Specialty Coffee Festival 2019 diselenggarakan pada tanggal 1-2 November 2019 di Trans Studio Mall Bandung. Tahun ini, kegiatan dilesenggarakan dengan berkolaborasi dengan Specialty Coffee Association of Indonesia dan Asean Coffee Federation (ACF).

Meski tidak mengingat secara detil kinerja ekspor kopi Jabar, Anton menuturkan, secara umum Indonesia merupakan produsen kopi keempat terbesar dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia. Meski secara volume belum besar, tapi secara kualitas kopi Indonesia, khususnya Jabar sangat baik.

“Makanya dengan berbagai upaya yang dilakukan kita harapkan tidak hanya dari sisi kualitas juga akan meningkatkan kuantitas, khususnya produktivitas dengan penanaman baru yang dilakukan,” katanya.

Ketua Specialty Coffee Association of Indonesia Syafrudin menambahkan dengan kolaborasi menjadi kunci penting untuk mengembangkan dan memajukan kopi specialty Jabar. Dengan kolaborasi yang dilakukan diharapkan akan memberikan pengalaman lebih ke petani kopi Jabar untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas produknya, termasuk bagaimana memasarkannya.

“Dari dalam sistem specialty, semua benar-benar diolah dari hulu ke hilir secara baik,” katanya.

Kepala Disperindag Jabar Arifin Soedjayana mengatakan industri kopi di Jabar memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan karena didukung bahan baku yang berkualitas. Seperti yang diketahui, kopi asal Jabar memiliki memiliki jenis kopi yang beragam dan potensial sebagai komoditas yang menjanjikan di pasar nasional maupun internasional.

Ajang ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas kopi yang ada di Jabar agar dapat sejajar dengan kopi dari daerah dan negara lain di skala internasional. Lebih lanjut, melalui kopi diharapkan akan membawa Jawa Barat mendunia.

“Kita harapkan dengan semua komponen bersatu, saat ini menjadi era kebangkitan kopi Jabar. Bagaimana kopi Jabar tidak kalah dengan provinsi lain,” ujarnya.

Perhelatan West Java Specialty Coffee Festival 2019 meliputi rangkaian program acara, mulai dari pameran, konferensi, kompetisi, dan lelang terkait kopi, hingga hiburan musik. Acara diikuti 37 peserta terdiri dari petani kopi dari berbagai titik perkebunan kopi di Jabar. Kegiatan ini merupakan peluang untuk mempromosikan kopi Jabar ke tingkat nasional dan internasional.

“Besok kami juga akan melakukan lelang dimana juga hadir sejumlah tamu dari negara lain. Mudah-mudahan kopi Jabar semakin bisa diterima di pasar internasional,” katanya.

Salah seorang pengunjung yang merupakan roaster, Jimmy mengaku sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ia bahkan menyengajakan diri datang dari Jakarta untuk melihat langsung perkembangan kualitas green bean kopi Jabar.

“Terlihat ada peningkatan dan tentunya bagus sekali dengan adanya kegiatan ini karena kita bisa melihat perkembangannya,” kata Jimmy.***

Bagikan: