Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Umumnya cerah, 28.2 ° C

Dunia Usaha Jabar Sambut Baik Tim Ekonomi Kabinet Indonesia Maju

Yulistyne Kasumaningrum
MENTERI Ekonomi Sri Mulyani.*/REUTERS
MENTERI Ekonomi Sri Mulyani.*/REUTERS

BANDUNG, (PR).- Kalangan dunia usaha Jawa Barat menyambut baik tim ekonomi di Kabinet Indonesia Maju. Sosok yang mengisi jajaran kabinet diyakini akan mampu membuat terobosan ditengah semakin beratnya tantangan perekonomian saat ini.

“Melihat dari jajarannya kita memiliki harapan untuk lima tahun kedepan karena lebih professional tim ekonominya. (Kabinet saat ini) merupakan kombinasi antara generasi yang mapan dengan yang muda atau gesit yang tentunya menjadi harapan bagi dunia usaha,” ujar Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jabar Tatan P. Sudjana, saat dihubungi, Selasa, 23 Oktober 2019.

Tatan menuturkan saat ini tantangan perekonomian yang dihadapi tidaklah mudah. Selain harus memerhatikan kondisi perekonomian global yang menunjukkan perlambatan juga masalah defisit neraca perdagangan Indonesia yang terus melebar. Sosok yang mengisi tim ekonomi, menurutnya, jika dilihat dari sisi kompetensi dan pegalamannya akan mampu menjawab tantangan tersebut.

Namun, ia juga berharap tim tersebut mampu mendorong perekonomian serta mengakselerasi potensi ekonomi di daerah. Termasuk membangun pemahaman dan soliditas seluruh elemen serta stakeholder ekonomi Indonesia untuk mewujudkan Indonesia emas.

“Kami optimisti dengan tim ini, tetapi tetap harus digarisbawahi harus juga diakselerasi dengan semua kekuatan stakeholder ekonomi,” ujarnya.

Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar Dedy Widjaja berharap banyaknya generasi muda di kabinet Indonesia Maju akan mampu membawa angin segar melalui pemikiran dan cara kerjanya yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Apalagi generasi muda yang mengisi sejumlah posisi menteri tersebut sudah teruji di lapangan serta tidak memiliki beban politik.

“Melihat jajaran kabinet ini, kami melihat ada optimism kedepan bawah kita bisa mengejar ketertinggal yang ada. Mungkin akan keluar terobosan atau gebrakan dibidang ekonomi yang memang sangat dibutuhkan,” kata Dedy.***

Bagikan: