Pikiran Rakyat
USD Jual 14.024,00 Beli 14.122,00 | Umumnya berawan, 26.1 ° C

Triwulan III-2019, Pertumbuhan Kredit Melambat

Yulistyne Kasumaningrum
ILUSTRASI.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT
ILUSTRASI.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT

BANDUNG, (PR).- Pertumbuhan kredit pada triwulan III-2019 diperkirakan melambat dibandingkan pertumbuhan pada periode sebelumnya. Melambatnya permintaan kredit investasi dan konsumsi menjadi penyebab perlambatan tersebut.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Onny Widjanarko, mengatakan, Survei Perbankan Bank Indonesia yang mengindikasikan adanya perlambatan pertumbuhan triwulanan (qtq) kredit baru pada triwulan III-2019. Hal itu tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) permintaan kredit baru pada periode tersebut 68,3% atau lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang tercatat 78,3%.

Melambatnya pertumbuhan kredit baru terjadi pada jenis kredit investasi dan kredit konsumsi yang SBT permintaan kredit investasi dari 77,3% menjadi 63,2% dan kredit konsumsi dari 54,3% menjadi 45,9%. Perlambatan kredit konsumsi terutama dikarenakan melambatnya kredit kepemilikan rumah/apartemen dan kredit multiguna.

“Sementara, pertumbuhan triwulan kredit modal kerja meningkat yang terindikasi dari kenaikan SBT dari 61,0% menjadi 65,8%,” katanya melalui keterangan yang dikutip Pikiran Rakyat, Kamis, 17 Oktober 2019. 

Dari sisi sektoral, Onny mengatakan sejumlah sektor ekonomi yang mengalami perlambatan pertumbuhan permintaan kredt baru pada triwulan III-2019 diantaranya adalah sektor industri pengolahan, real estate, usaha persewaan, dan jasa perusahaan, serta sektor konstruksi.

Kendati demikian, pertumbuhan kredit baru pada triwulan IV-2019 akan meningkat. Hal ini tercermin dari SBT permintaan kr4edit baru sebsar 94,3% yang lebih tinggi dibandingkan 68,3% pada triwulan sebelumnya.

“Perkiraan meningkatnya pertumbuhan kredit ini didorong optimisme terhadap kondisi moneter dan ekonomi yang menguat, didukung risiko penyaluran kredit yang relatif terjaga. Prioritas utama responden dalam penyaluran kredit baru pada triwulan IV-2019 adalah kredit modal kerja, kredit investasi, dan kredit konsumsi,” katanya.

Didorong perlambatan kredit korporasi

Sementara itu berbeda dengan kondisi di nasional, untuk di wilayah Jabar BI mencatat hingga Agustus 2019 kredit di wilayah ini tumbuh melambat. Namun, perlambatan tersebut terutama didorong perlambatan kredit korporasi.

Sedangkan kredit rumah tangga masih meningkat. Perlambatan kredit korporasi sejalan dengan melambatnya pertumbuhan industri pengolahan Jabar pada triwulan II-2019.

“Kredit rumah tangga masih terakselerasi oleh kredit multiguna serta pertumbuhan KPR yang masih stabil di level cukup tinggi. Akselerasi ini terjadi ditengah risiko kredit rumah tangga yang masih terkendali,” ujar Kepala Perwakilan BI Jabar Doni P. Joewono, belum lama ini.

Melambatnya pertumbuhan kredit tersebut juga terjadi ditengah peningkatan risiko kredit atau non performing loan. NPL total kredit pada Agustus 2019 tercatat 3,10%. Adapun NPL kredit korporasi tercatat 3,94% sedangkan NPL rumah tangga 2,13%.***

Bagikan: