Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sedikit awan, 21.3 ° C

Terkenal Dimana-mana, Produk UMKM Pangandaran Asing di Wilayah Sendiri

Agus Kusnadi
PRODUK UMKM Pangandaran ingin lebih dikenal dan perlu dukungan PHRi.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN
PRODUK UMKM Pangandaran ingin lebih dikenal dan perlu dukungan PHRi.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN

PANGANDARAN,(PR).- Ada anggapan bahwa produk UMKM dari Pangandaran terkenal dimana-mana, tetapi tidak terkenal di Pangandaran.

Maka melalui kegiatan gelar produk dan temu bisnis UMKM juara yang digelar oleh Dinas Koperasi Dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat di lapangan alun-alun Parigi, Pemerintah Kabupaten Pangandaran melakukan kerja sama dengan Perhimpunan Hotel Dan Restoran Indonesia (PHRI) Kab. Pangandaran.

Penandatanganan kerja sama yang ditandatangani oleh Wakil Bupati Pangandaran H Adang Hadari dengan Ketua PHRI Kab Pangandaran Agus Mulyana disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Koperasi Dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat Drs. Kusmana Hartadji.

Wakil Bupati Pangandaran H Adang Hadari mengatakan, permasalahan UMKM mulai dari informasi, akses dan dukungan. 

Menurut Adang, untuk informasi sudah kebanyakan yang digital dan database, sekarang tinggal mengangkat UMKM yang di bawah, yang belum tahu soal informasi tersebut maka melalui dinas terkait akan diberikan pembinaan,

"Kita dorong semua UMKM di Kab. Pangandaran supaya bisa mandiri sesuai yang diharapkan. Begitu juga dengan permodalan kita dorong melalui perbangkan, penasaran juga harus menjadi prioritas, sehingga bisa meningkatkan ekonomi dan pemberdayaan juga," kata Adang, Kamis, 17 Oktober 2019.

Begitu juga kata Adang, PHRI harus menggunakan produk-produk UMKM, seperti yang biasa diperlukan di restoran dan perhotelan.

"Contoh seperti di sini ada kecap di retoran dan hotel kan memerlukannya, sehingga tandatangan kerja samanya tidak hanya seremonial," ujar Adang. 

Pojok UMKM

Ketua PHRI Kab. Pangandaran Agus Mulyana membenarkan, ada beberapa produk yang bisa dibutuhkan di restoran dan hotel. 

"Kami akan mendorong perhotelan dan restoran ada pojok UMKM, sehingga pengunjung bisa mengetahui dan membeli produk-produk UMKM di Kab. Pangandaran," ujarnya. 

Sementara Kepala Dinas Koperasi Dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Drs. Kusmana Hartadji mengatakan, program UMKM juara ini merupakan program unggulan Dinas Koperasi merekrut sebanyak 2.500 UMKM.

"Kita ingin mengetahui produk-produk lokal dan dipromosikan di tingkat regional, dan nanti juga ada yang kita ajak di tingkat nasional, bahkan nanti ada yang dipromosikan hingga ke luar negeri," ujar Kusmana. 

Apabila ada kemasan yang kurang bagus, kata dia, bisa langsung dikonsultasi. Bahkan kata Kusmana, dari 2.500 UMKM ini akan diambil sebanyak 200 UMKM yang akan dipromosikan di Bandung bagi produk yang sudah layak di tingkat regional dan nasional. 

Kusmana menambahkan, apalagi Pangandaran sebagai daerah pariwisata menyarankan agar perhotelan bisa menjual produk-produk UMKM dari Kab Pangandaran. 

Menurut Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi Dan UMKM Kab Pangandaran, Drs. Tedi Garnida, jumlah pelaku UMKM di Kab Pangandaran ada 10.882, dan hanya100 pelaku UMKM yang dijadikan pioner dalam acara gelar UMKNM dan temu bisnis yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi Dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat di Pangandaran.***

Bagikan: