Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sedikit awan, 21.5 ° C

Aliran Investasi Sumbang Pertumbuhan Ekonomi Jabar

Yulistyne Kasumaningrum
BANK Indonesia.*/REUTERS
BANK Indonesia.*/REUTERS

BANDUNG, (PR).- Aliran investasi yang masuk ke Jawa Barat, yang diantaranya melalui West Java Investor Summit (WJIS) 2019 diyakini akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi wilayah ini. Masuknya investasi akan mengompensasi kinerja ekspor Jabar yang mengalami tekanan.

“Value added-nya baru tahun depan. Kita akan hitung lagi, paling tidak akan memberikan sumbangan dikisaran 0,3-0,4%,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Doni P. Joewono, disela Perhelatan WJIS 2019 “Accelerating Infrastructure Development through Innovative Investment”, di Trans Luxury Hotel, Bandung, Jumat, 18 Oktober 2019.

Hadir dalam kegiatan tersebut Deputi Gubernur Bank Indonesia, Rosmaya Hadi, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil; dan Ketua Badan Koordinasi Penamaman Modal RI (BKPM) Thomas Lembong (via videocall). Selain itu, tak kurang dari 500 peserta menghadiri kegiatan WJIS terdiri dari investor domestik dan investor asing yang berasal dari Kawasan Eropa, seperti Belgia, dan Perancis, Amerika Serikat dan Kanada, Timur Tengah seperti Kuwait dan Sudan, serta Kawasan Asia seperti Singapura, Korea Selatan, Malaysia, Pakistan, Tiongkok, dan Vietnam.

Terdapat 5 kegiatan utama dalam perhelatan tersebut, yakni High Level Session, Penandatanganan MOU/Kesepakatan Investasi dan Perdagangan, Project Consultation, One-on-one meeting, dan Pameran Investasi serta UMKM.

Dalam kesepakatan tersebut, Jabar berhasil menghasilkan deal investasi Rp 13,9 triliun dari 11 proyek investasi. Adapun nilai investasi yang masuk dari sekitar 26 proyek yang telah menandatangani MOU diproyeksikan mencapai Rp 53 triliun.

Doni menjelaskan Jabar merupakan daerah yang paling terkena dampak dari perlambatan ekonomi global. Kondisi tersebut tidak terlepas dari fakta sekitar 42% ekonomi Jabar digerakkan sektor manufaktur dan sebagian besar berorientasi ekspor. Sehingga ketika pasar negara tujuan ekspor Jabar permintaannya menurun maka otomatis kinerja ekspor Jabar pun akan anjlok.

KEPALA Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Doni P. Joewono, disela Perhelatan WJIS 2019 “Accelerating Infrastructure Development through Innovative Investment”, di Trans Luxury Hotel, Bandung, Jumat, 18 Oktober 2019.*/YULISTYNE KASUMANINGRUM/PR

“Untuk mengompensasi ekspor yang melambat salah satunya dengan menggenjot investasi. Dengan investasi yang masuk, untuk tahun ini kami harapkan paling tidak sama dengan 2018 lalu yang membukukan pertumbuhan ekonomi 5,64%. Atau jika tidak, akan tipis dibawah tahun lalu, dikisaran 5,55%,” ujarnya.

WJIS 2019 adalah event promosi investasi yang dapat dimanfaatkan sebagai platform bagi pelaku usaha dan investor untuk melakukan diskusi mendalam mengenai berbagai hal teknis terkait dengan proyek investasi Jabar. Kegiatan ini ditujukan sebagai:

1.       Salah satu upaya Jawa Barat untuk mempromosikan berbagai proyek investasi prioritas provinsi dan komoditas strategis dalam rangka meningkatkan realisasi investasi serta memperluas akses pasar komoditas strategis ke pasar internasional yang berujung pada peningkatan ekspor.

2.       Platform bagi investor dan buyer untuk melakukan in-depth discusion dengan pemilik / penanggung jawab proyek investasi, pelaku usaha, dan Pemerintah Daerah Jabar

3.       Membangun jejaring antara investor, pelaku usaha, perwakilan negara mitra dan Pemerintah Daerah Jawa Barat sebagai upaya menjaga persepsi positif stakeholders terhadap Jabar

4.       Menjadi salah satu channel antar calon investor dengan penanggung jawab proyek investasi untuk melakukan business matching dan diharapkan mampu menghasilkan deal investasi.***

Bagikan: