Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Umumnya cerah, 27.1 ° C

Butuhkan Dana Rp 600 Juta, Pembangunan Teras Braga Dimulai November 2019

Ai Rika Rachmawati
WAKIL Walikota Bandung Yana Mulyana didampingi Direktur Keuangan Wika Gedung Syailendra Ogan melihat kegiatan anak-anak di Co Working Space, saat akan meresmikan Teras Braga, di Jalan Braga, Kota Bandung, Kamis 17 Oktober 2019. Teras Braga yang nantinya menjadi ikon kawasan Braga, diharapkan menjadi wisata kampung kreatif bertema sejarah dan cagar budaya serta menjadi pilot project satu kecamatan satu co-working space.*/ADE BAYU INDRA/PR
WAKIL Walikota Bandung Yana Mulyana didampingi Direktur Keuangan Wika Gedung Syailendra Ogan melihat kegiatan anak-anak di Co Working Space, saat akan meresmikan Teras Braga, di Jalan Braga, Kota Bandung, Kamis 17 Oktober 2019. Teras Braga yang nantinya menjadi ikon kawasan Braga, diharapkan menjadi wisata kampung kreatif bertema sejarah dan cagar budaya serta menjadi pilot project satu kecamatan satu co-working space.*/ADE BAYU INDRA/PR

BANDUNG, (PR).- PT Wijaya Karya Bangunan Gedung, Tbk. atau Wika Gedung (WEGE) menyatakan siap membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam pembangunan Teras Braga. Revitalisasi area jalan di lingkungan Gang Cikapundung tersebut rencananya akan dimulai pada November 2019.

Direktur Keuangan WEGE, Syailendra Ogan, mengatakan bahwa pembangunan Teras Braga menjadi salah satu Program Corporate Social Responsibility (CSR) WEGE. Rencananya, Teras Braga tersebut akan dibangun dengan konsep foodcourt.

"Kami akan berupaya agar pembangunan Teras Braga ini bisa berlangsung tidak terlalu lama, sehingga tidak menganggu roda perekonomian," tuturnya, di sela-sela CSR Day WEGE di Hotel De Braga By Artotel, Jalan Braga, Kota Bandung, Kamis, 17 Oktober 2019.

Menurut dia, saat ini pembangunan Teras Braga tinggal menunggu selesainya perizinan. Segera setelah perizinan selesai, pembangunan Teras Braga yang diproyeksikan menjadi destinasi wisata kuliner tersebut akan dimulai.

Ditempati sejumlah pedagang

Selama ini, gang tersebut ditempati oleh sejumlah pedagang mulai dari makanan, minuman, toko, lukisan dan lain-lain. Nantinya para pedagang eksisting tersebut diproyeksikan untuk menempati area Teras Braga.

"Kebutuhan dana untuk pembangunan Teras Braga sekitar Rp 500 juta sampai Rp 600 juta. Itu bukan hanya untuk Teras Braga, tapi sudah termasuk bantuan 11 unit alat kerja konvensi," tutur Ogan.

Dalam rangka menunjang program Co-working space, WEGE memberikan bantuan 11 unit mesin konveksi bagi warga Gang Cikapundung, Braga. Bantuan tersebut diproyeksikan untuk menjadi stimulus ekonomi warga setempat.

Ikon wisata kuliner baru

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, menyambut baik dukungan WEGE dalam Pembangunan Teras Braga. Ia mengatakan, Teras Braga nantinya akan menjadi salah satu ikon wisata kuliner Bandung sekaligus sarana pemberdayaan warga di sekitar Braga.

Menurut dia, pembangunan Teras Braga juga sejalan dengan Program Kota Bandung untuk menjadikan Kawasan Braga menjadi Kawasan Wisata Kampung Kreatif bertema sejarah dan cagar budaya dan lokasi Co-working space pertama.

"Konsepnya mirip Teras Cikapundung, pedagang berjualan di atas. Akan tetapi, untuk Teras Braga ini rencananya pedagang jualan di atas dan di bawahnya ada toilet umum," kata Yana.***

Bagikan: