Pikiran Rakyat
USD Jual 14.039,00 Beli 14.137,00 | Hujan petir singkat, 22 ° C

Tingkatkan Produksi HRC, PT KS Berharap Keuangannya Makin Sehat

Tim Pikiran Rakyat
MENTERI BUMN Rini Soemarno ketika melakukan ke sejumlah pabrik PT KS.*/SIGIT ANGKI NUGRAHA/KABAR BANTEN
MENTERI BUMN Rini Soemarno ketika melakukan ke sejumlah pabrik PT KS.*/SIGIT ANGKI NUGRAHA/KABAR BANTEN

CILEGON, (PR).- Produksi Hot Roll Coil (HRC) pada pabrik Hot Strip Mill (HSM) 2 PT Krakatau Steel (KS), akan memberikan kontribusi cukup signifikan. Pabrik yang sempat tersendat pembangunannya ini, mampu menambah kapasitas produksi HRC PT KS hingga 1,5 juta ton per tahun. 

Hal ini diungkapkan Direktur Utama (Dirut) PT KS Silmy Karim, saat menerima kunjungan Menteri BUMN Rini Soemarno ke sejumlah pabrik PT KS, Senin 14 Oktober 2019. Tidak hanya berkunjung, Rini pun menyempatkan diri untuk berfoto bersama dengan manajemen pabrik-pabrik baja pelat merah tersebut. 

“Kami akan terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produk HRC PT KS. Terutama jika pabrik baru sudah mulai beroperasi. Oleh karena itu kami terus berusaha melakukan pengembangan dan mencari peluang pasar baru yang memungkinkan untuk menyerap produksi HRC,” katanya. 

Menurut Silmy, keberadaan HSM 2 bisa menyumbang 1,5 juta ton HRC pertahun. Sehingga produksi HRC PT KS bisa mencapai 3,7 juta ton per tahun. “Sekarang ini kan produksi HRC kami sekitar 2,2 juta ton per tahun. Jika HSM 2 beroperasi di 2020 nanti, maka produksi kami bisa mencapai 3,7 juta ton per tahun. Ketipisan HRC produksi kami mencapa 1,4 milimeter. Sementara produk HRC banyak dicari di pasaran,” ujarnya.

Saat itu, Menteri BUMN Rini Soemarno mengunjungi pabrik Blast furnace, Slab Steel Plant, serta Hot Strip Mill 2. Menurut Rini, PT KS diharapkan bisa semakin gencar memasarkan produk HRC, baik untuk kebutuhan domestik maupun untuk kebutuhan ekspor. 

“Saya harapkan PT KS mampu memenuhi kebutuhan industri baja domestik. Dengan begitu, maka PT KS semakin dekat dengan cita-cita mewujudkan Klaster Baja 10 juta ton di Cilegon di 2025,” tuturnya. 

Menurut Rini, pasar HRC PT KS akan menyasar pada proyek-proyek infrastruktur maupun pengadaan pipa minyak dan gas bumi. Sedangkan untuk pemenuhan ekspor, selain ke Malaysia dan Australia, PT KS juga akan meluaskan pasarnya ke India hingga Eropa dengan penjajakan terlebih dahulu melalui rekanan trading. 

“Tentu jika ini bisa tercapai, PT KS akan semakin sehat. Seperti diketahui semuanya, keuangan PT KS memang sedang berat. Untungnya Pak Silmy bisa mengatasi semuanya, seperti restrukturisasi piutang dengan dukungan perbankan,” ucapnya seperti dilaporkan wartawan Kabar Banten, Sigit Angki Nugraha.***

Bagikan: