Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 29.4 ° C

Paytren Ingin Mengurangi Dominasi Asing

Ai Rika Rachmawati
CEO & Co-Founder PayTren, Hari Prabowo (kori) dan Owner & Founder PayTren Yusuf Mansur menyerahkan Xpander kepada Leader Paytren berprestasi, Ngudi Hananto dan isteri, di Jln. Gardu Jati, Bandung, Senin 14 Oktober 2019.*/AI RIKA RACHMAWATI/PR
CEO & Co-Founder PayTren, Hari Prabowo (kori) dan Owner & Founder PayTren Yusuf Mansur menyerahkan Xpander kepada Leader Paytren berprestasi, Ngudi Hananto dan isteri, di Jln. Gardu Jati, Bandung, Senin 14 Oktober 2019.*/AI RIKA RACHMAWATI/PR

BANDUNG, (PR).- Indonesia harus menjadi bangsa investor, bukan hanya menerima investasi. Dengan demikian, seluruh nilai tambah dan kendali bisnis berada di tangan anak bangsa, bukan pihak asing.

Demikian diungkapkan Founder sekaligus Owner Paytren, Ustad Yusuf Mansur, pada Penyerahan Xpander Pertama Gebyar 1000 Xpander Paytren di Jln. Gardu Jati, Bandung, Senin 14 Oktober 2019. Kendati demikian, ia mengaku tidak mengecilkan arti unicorn yang mampu menyerap investasi miliaran dolar Amerika Serikat (AS) dari investor asing.

"Alangkah lebih baiknya jika anak bangsa yang menjadi investor di unicorn-unicorn tersebut. Pada dasarnya kita mampu, asalkan mau berkolaborasi," ujarnya.

Oleh karena itu, menurut dia, cita-cita Paytren ke depan adalah bisa membeli unicorn. Paytren ingin mengurangi dominasi asing dalam kepemilihan saham pada unicorn-unicorn kebanggan Indonesia.

Namin, menurut Yusuf, bukan berarti ia langsung menolak jika ada investor yang akan masuk. Asalkan, dalam investasi tersebut ada unsur kesetaraan dan benefit bagi penerima investasi, bangsa, dan negara.

"Kunci pentingnya adalah kesetaraan," tuturnya.

Masih virgin

Ia mengatakan bahwa iklim startup di Indonesia, termasuk financial technology (fintech) cukup kodusif. Potensi pasarnya juga sangat besat, bukan hanya karena jumlah populasi yang sangat besar.

"Di Indonesia ini startup, seperti fintech, masih virgin. Masih baru banget. Kuenya masih besar," tuturnya.

Hal itu pulalah, menurut dia, yang membuat banyak investor asing tertarik dan menanamkan modalnya di startup-startup Indonesia. Besarnya potensi pasar tersebut, menurut dia, juga harus dimaksimalkan oleh pelaku usaha lokal.

"Makanya saya selalu cerewet. Yuk, belajar fintech, digital payment, internet of think, e-commerce. Kenapa? Agar yang menikmati pasar ini bukan hanya orang-orang asing, tapi bangsa sendiri," kata Yusuf.

Sementara itu, pada kesempatan tersebut Paytren memberikan Xpander kepada salah satu leader dari TreniNet Community. Pemberian mobil tersebut, menurut dia, menjadi bentuk penghargaan bagi salah satu leader berprestasinya. 

TreniNet Community atau lebih dikenal dengan sebutan TreniNet merupakan komunitas dari PT. Veritra Sentosa Internasional (Paytren). Bisnis tersebut menggunakan sistem pemasaran Sharia Direct Selling atau penjualan langsung berjenjang berdasarkan Prinsip Syariah.***

Bagikan: