Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 19.1 ° C

Jabar Perlu Roadmap Persusuan Terpadu

Ai Rika Rachmawati
ILUSTRASI.*/CANVA
ILUSTRASI.*/CANVA

BANDUNG, (PR).- Jawa Barat (Jabar) memerlukan grand design roadmap persusuan terpadu. Hal itu diperlukan untuk mengakselerasi pencapaian target swasembada susu nasional.

Demikian diungkapkan Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Barat (Jabar), Mustopa Djamaludin, pada Focus Group Discussion (FGD) Koperasi di Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Jabar, Jalan Rumah Sakit, Bandung, Rabu, 9 Oktober 2019. Jabar adalah penghasil susu kedua terbesar di Indonesia, setelah Jawa Timur (Jatim).

"Dengan berbagai persoalan yang ada, mulai dari SDM, lahan untuk pakan hijauan, dll, Jabar harus memiliki grand desain roadmap pengembangan persusuan. Mudah-mudahan Jabar punya," katanya.

Ia menuturkan, dulu Jabar sempat memiliki 100.000 sapi perah. Akan tetapi, saat ini populasinya sudah jauh menurun. Begitu juga dengan jumlah peternak sapi perah yang juga sudah menurun.

Padahal, kebutuhan susu terus meningkat seiring dengan bertambahnya populasi masyarakat. Oleh karena itu, menurut dia, diperlukan roadmap persusuaan untuk menjaga eksistensi peternak susu Jabar sekaligus mendongkrak produksi susu.

"Jangan sampai profesi peternak sapi perah berhenti di generasi milenial. Kalau itu terjadi, ketergantungan Indonesia terhadap susu impor akan terus melonjak," ujarnya.

Saat ini saja, Indonesia sudah mengimpor 80% kebutuhan susunya. Hal itu terjadi karena produksi dalam negeri hanya mampu memenuhi 20% kebutuhan susu nasional.

Ketua GKSI, Dedi Setiadi, mengatakan, saat ini jumlah sapi perah di Jabar ada sekitar 62.000 ekor. Sementara rata-rata produksi susunya diperkirakan mencapai 451 ton per hari. 

"Sebetulnya kalau dari sisi jumlah sapi dan produksi susu, dalam lima tahun terakhir sudah meningkat. Sebelumnya produksi susu sapi Jabar hanya sekitar 400 ton per hari dari 57.000 ekor sapi," ujarnya.

Kendati produksinya meningkat, namun menurut Dedi, jumlahnya masih jauh di bawah kebutuhan konsumsi susu harian masyarakat. Oleh karena itu, menurut dia, diperlukan upaya semua stakeholder untuk mendongkrak produksi susu.

Saat ini total produksi susu dari tiga besar daerah penghasil susu di Indonesia dipeekirakan mencapai 1.500 ton per hari. Produksi susu Jatim menjadi yang terbesar dengan rata-rata 700-800 ton per hari. Di peringkat ketiga ada Jawa Tengah (Jateng) dengan rata-rata produksi 180-200 ton per hari.***

Bagikan: