Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 19.1 ° C

Hotel di Pangandaran Harus Berbasis Mitigasi Bencana

Agus Kusnadi
BARU ada 26 dari ratusan hotel di Kab Pangandaran yang sudah memiliki sertifikasi hotelnya.*/DOK. AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN
BARU ada 26 dari ratusan hotel di Kab Pangandaran yang sudah memiliki sertifikasi hotelnya.*/DOK. AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN

PANGANDARAN,(PR).- Sejak dilantiknya kepengurusan baru Perhimpunan Hotel Dan Restoran Indonesia (PHRI) periode 2019-2024 sudah ada ratusan hotel berbagai kelas mulai bergabung. 

Ketua PHRI Kab Pangandaran Agus Mulyana mengatakan, seiring dengan pengembangan pariwisata di Kab Pangandaran dengan melakukan penataan pantai. PHRI juga tidak mau ketinggalan, melakukan percepatan untuk mulai mendata hotel yang ada di Kab. Pangandaran.

Sebelumnya, kata Agus, pihaknya telah melakukan pembenahan terlebih dahulu di internal organisasi sebelum melakukan pendataan hotel yang beroperasi di Kab. Pangandaran.

"Yang awalnya hanya 60 hotel, kini sudah mencapai 323 hotel yang sudah bergabung di PHRI Kab Pangandaran," ungkap Agus, Selasa, 8 Oktober 2019.

Menurut Agus, dari 323 hotel yang sudah bergabung dengan PHRI mulai dari kelas berbintang hingga kelas melati. 

"Itu belum semua, kita masih terus melakukan pendataan bagi hotel yang belum terdata," ujar Agus.

Mitigasi bencana

Selain itu, kata Agus, dirinya berkomitmen untuk melakukan pendataan terhadap semua hotel di Pangandaran, terutama agar hotel yang ada berbasis mitigasi bencana.

Menurut dia, program kerja yang akan dilaksanakan secara bertahap tersebut di antaranya adalah melakukan pendataan secara detail hotel yang ada di Pangandaran. Sebelum ke arah itu, pihaknya akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu ke manager hotel yang ada.

“Nanti kita akan tahu hotelnya ada karyawannya berapa, jumlah restorannya berapa dan sebagainya. Kita tahu hotel di sini kan berada di daerah rawan bencana, makanya kita harus siap. Jadi, kita harus bisa memberikan pemahaman kepada tamu sebagai langkah mitigasi bencana,” ujarnya. 

Sementara di temoat terpisah Kepala Seksi Bina Usaha Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Dadang Ependi mengatakan, dari sekian ratus hotel yang ada di Kab Pangandaran baru 26 hotel saja yang sudah memiliki sertifikasi hotel.

"Atau baru satu persennya dari jumlah hotel yang ada," ujar Dadang, seraya pihaknya terus mendorong agar pengusaha hotel di Pangandaran melakukan sertifikasi.***

Bagikan: