Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 19.1 ° C

Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup Mulai Beroperasi 1 Januari 2020

Tia Dwitiani Komalasari
MENKO Perekonomian Darmin Nasution (tengah) didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya (kanan) melakukan peluncuran Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) di lapangan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019. BPDLH yang berada di bawah Kementerian Keuangan itu akan menjadi salah satu mekanisme pembiayaan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak.*/ANTARA
MENKO Perekonomian Darmin Nasution (tengah) didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya (kanan) melakukan peluncuran Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) di lapangan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019. BPDLH yang berada di bawah Kementerian Keuangan itu akan menjadi salah satu mekanisme pembiayaan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Pemerintah secara resmi membentuk Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). Badan ini dirancang untuk mampu mendorong pembiayaan di bidang lingkungan hidup.

Lembaga ini merupakan Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan yang pengelolaannya dilakukan secara profesional. Keberadaan BPLDH diharapkan dapat memastikan keberlangsungan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Badan yang dijadwalkan mulai beroperasi tanggal 1 Januari 2020 ini melibatkan berbagai kementerian/lembaga lintas sektor. Dalam pelaksanaannya, terdapat juga Komite Pengarah yang akan memberikan arah kebijakan dalam pengelolaan badan ini. 

“Badan ini diarahkan dapat menerapkan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dananya, serta memiliki standar tata kelola internasional,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam sambutannya du acara peluncuran BPDLH di Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019.

Dia mengatakan, pembangunan senantiasa menampilkan dua sisi yang saling berlainan yaitu pertumbuhan ekonomi dan kualitas lingkungan hidup. Namun, keduanya perlu berjalan beriringan dalam koridor yang disepakati sebagai pembangunan berkelanjutan. 

Menurut Darmin, pemerintah selama ini telah mengelola berbagai sumber pendanaan yang mendukung pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup, baik yang bersumber dari dana dalam negeri maupun luar negeri. Namun, dukungan pendanaan yang ada belum secara optimal mencapai target yang diharapkan.

Dengan merujuk pada mandat Peraturan Pemerintah No. 46 tahun 2017 tentang Instrumen Ekonomi Lingkungan Hidup dan Peraturan Presiden No. 77 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup, pemerintah membentuk Badan Layanan Umum Pengelola Dana Lingkungan Hidup ini. Darmin berharap, BPDLH dapat berkembang serta bekerjasama dengan berbagai pihak untuk menggali sumber-sumber pendanaan.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengatakan, pembentukan badan ini merupakan langkah konkret Indonesia untuk melengkapi upaya pengendalian dan penanganan perubahan iklim.

“Langkah kita dalam implementasi The Paris Agreement semakin konkret. BPDLH atau yang saya sebut juga LH Fund ini diharapkan memberikan ruang dan positioning yang sistematis dalam pengendalian dan penanganan perubahan iklim,” tutur Siti Nurbaya Bakar. 

Sementara Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung pelaksanaan BPDLH dengan tata kelola yang baik dan efisiensi yang maksimal.   Menurut dia,  alokasi untuk mengantisipasi perubahan iklim dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2016, anggarannya mencapai Rp 72,4 triliun,  2017 sebesar Rp 95,6 triliun, dan tahun 2018 sebesar Rp 109,7 triliun. 

"Pemerintah akan terus berupaya mendorong perbaikan lingkungan. Anggaran yang terkait dengan perubahan iklim pun terus meningkat setiap tahunnya, " ujarnya.***

Bagikan: