Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Umumnya cerah, 24.2 ° C

2023, Pasar Seluler Indonesia Capai Rp 182 T

Ai Rika Rachmawati
ILUSTRASI.*/CANVA
ILUSTRASI.*/CANVA

BANDUNG, (PR).- Pasar seluler Indonesia diprediksi akan mencapai Rp 182 triliin pada 2023. Penetrasi smartphone pada periode tersebut diperkirakan akan mencapai 92 persen populasi.

Demikian diungkapkan Chief Executive Officer (CEO) Sharing Vision, Ali Akbar, di Bandung, Selasa, 8 Oktober 2019. Tahun ini pasar seluler Indonesia diprediksi sebesar 150 triliun. "Perkirakan pasar seluler Indonesia ini mengacu pada revenue tiga operator seluler terbesar di Indonesia, yaitu Telkomsel, XL, dan Indosat," katanya.

Pada 2018 pasar seluler Indonesia diperkirakan mencapai Rp 145 triliun. Sebagian besar ditopang layanan data yang pada periode tersebut diperkirakan memberikan kontribusi sebsar 49 persen. "Kontribusi layanan data akan terus meningkat menjadi 51 persen tahun ini dan 61 persen pada 2023," tutur Ali.

Ia memperkirakan, trafik layanan data pada 2023 akan mencapai 23.995 pentabyte (PB). Angka tersebut diperoleh dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR)  sebesar 27 persen. "Lonjakan konsumsi data ini akan berkorelasi dengan peningkatan kebutuhan infrastruktur yang signifikan," ujar Ali.

Terus meningkatnya pasar seluler Indonesia, khususnya layanan data, menurut Ali, tidak terlepas dari kian luasnya jangkauan 4G di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo), per Februari sebanyak 82,36 persen desa di Indonesia sudah terhubung dengan layanan 4G. "Kemenkominfo menargetkan, pada akhir 2019 seratus persen wilayah Indonesia sudah dapat menikmati 4G," tuturnya.

Kondisi tersebut, menurut dia, berimbas pada lonjakan konsunsi layanan data di Indonesia. Di sisi lain, layanan konvensional, seperti SMS dan voice akan tertekan.***

Bagikan: